Berita Jurnalkitaplus – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kembali menerima kunjungan pimpinan partai politik (parpol) yang hadir satu per satu ke Kantor Kementerian Pertahanan. Setelah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang menjadi pimpinan parpol pertama di luar Koalisi Indonesia Maju yang menemui Menhan pada 15 Oktober lalu, kini giliran jajaran elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bertemu dengan Sjafrie.
Pertemuan PKS berlangsung hangat pada Jumat (17/10), dihadiri tokoh penting seperti Ketua Majelis Syura Sohibul Iman, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, Sekjen M. Kholid, dan Kepala Staff Presiden Pipin Sopian. Mereka disambut langsung oleh Menhan Sjafrie dan Wakil Menhan di ruang khusus pertemuan yang juga diwarnai dengan momen menyanyikan mars Bela Negara serta mars PKS.
Menurut sumber dari internal Kementerian Pertahanan, kunjungan pimpinan parpol ini merupakan bagian dari upaya mempererat komunikasi dan sinergi antara pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto dengan partai-partai politik yang berkontribusi pada stabilitas nasional dan kebijakan pertahanan negara. Menhan Sjafrie menyatakan bahwa dialog ini tidak hanya bertujuan membangun komunikasi, tetapi juga menjaga komitmen nasionalisme dan semangat patriotisme yang kuat di antara aparatur negara dan seluruh komponen bangsa.
Surya Paloh yang lebih dulu bertemu menyampaikan pesan agar parpol berperan aktif mendukung kebijakan pertahanan dan pertumbuhan nasional demi kemajuan Indonesia. Sementara PKS menegaskan sikap dukungan serupa, termasuk kesiapan membantu pemerintah dalam agenda strategis pertahanan dan keamanan negara.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembentukan koalisi dan komunikasi politik di masa pemerintahan Presiden Prabowo semakin mengedepankan dialog lintas parpol, memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan global dan menjaga keutuhan NKRI.
Dengan terus berlangsungnya pertemuan pimpinan parpol dengan Menhan, publik diajak optimis bahwa kebersamaan antar unsur pemerintahan dan partai politik dapat memberikan kontribusi positif bagi pertahanan dan pembangunan nasional ke depan. (Fg12)











