Membaca Pikiran Anda

Ancam China dengan Tarif 155 Persen, Trump Tambah Ketegangan Jelang Pertemuan APEC

Berita Jurnalkitaplus – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang hubungan perdagangan global dengan mengancam akan memberlakukan tarif hingga 155 persen terhadap barang-barang asal China mulai 1 November jika Beijing gagal menandatangani kesepakatan dagang baru dengan Washington. Peringatan keras itu disampaikannya di Gedung Putih pada Senin (20/10) waktu setempat, saat bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya sudah menarik banyak pendapatan dari bea masuk yang disebutnya “tremendous amounts of money” melalui tarif 55 persen yang telah dikenakan pada produk China. Ia memperingatkan bahwa kenaikan hingga 155 persen akan diberlakukan “kecuali kami mencapai kesepakatan yang adil dengan China.” Presiden juga mengungkapkan daftar tuntutan baru yang mencakup ekspor rare earth, fentanyl, dan kedelai sebagai fokus utama negosiasi.

Eskalasi Menjelang Pertemuan dengan Xi Jinping
Ancaman tarif tersebut muncul hanya beberapa hari menjelang pertemuan penting antara Trump dan Presiden Xi Jinping dalam forum APEC di Korea Selatan pada 31 Oktober hingga 1 November. Meskipun atmosfer tegang, Trump masih menunjukkan keyakinan akan tercapainya kesepakatan, menyebut hubungannya dengan Xi “sangat baik” dan memprediksi pertemuan tersebut akan menghasilkan “kesepakatan fantastis.” Ia juga mengonfirmasi bahwa telah menerima undangan untuk berkunjung ke China pada awal 2026.

China Mainkan Kartu Rare Earth
Ketegangan ini dilatarbelakangi langkah Beijing yang baru-baru ini memperluas kontrol ekspor terhadap mineral langka (rare earth) — komponen vital bagi produksi kendaraan listrik, ponsel pintar, dan peralatan militer. Regulasi baru tersebut mewajibkan perusahaan asing memperoleh izin khusus dari pemerintah China untuk mengekspor produk yang mengandung unsur rare earth asal China. Dengan dominasi sekitar 70 persen produksi global dan 90 persen kapasitas pengolahan, langkah ini memberi Beijing kekuatan strategis di tengah perang dagang.

Ancaman Terbesar dalam Satu Dekade
Langkah Trump menandai salah satu eskalasi tarif terbesar dalam sejarah hubungan dagang AS–China. Jika diterapkan, total tarif efektif mencapai 155 persen — gabungan dari tarif dasar 55 persen yang sudah berlaku dan tambahan 100 persen yang direncanakan untuk diberlakukan pada November. Pengamat ekonomi memperkirakan dampaknya akan terasa tidak hanya pada rantai pasok global tetapi juga pada harga konsumen di Amerika Serikat.

Sumber :Idianexpress

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *