Membaca Pikiran Anda

Fadli Zon Guncang Dunia Sains: Teori “Out of Nusantara” Tantang Konsep Asal-Usul Manusia Modern

Berita Jurnalkitaplus – Dalam momen bersejarah Konferensi Internasional UISPP 2025 yang digelar di Salatiga, Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi meluncurkan teori “Out of Nusantara”. Teori ini secara berani menantang dominasi narasi “Out of Africa” yang selama ini menjadi rujukan dunia ilmiah tentang asal-usul manusia modern.

Di hadapan perwakilan 40 negara, Fadli menyebutkan Indonesia, khususnya kawasan Nusantara, sebagai laboratorium awal peradaban manusia. “Wilayah nusantara ini merupakan laboratorium evolusi biologis, teknologi, dan imajinasi simbolik manusia,” tegas Fadli di pembukaan acara pada Senin (28/10/2025).

Dukungan Bukti Ilmiah
Dua bukti utama dipaparkan dalam forum tersebut. Pertama, Indonesia menjadi lokasi ditemukannya lebih dari 60 persen fosil Homo erectus dunia. Penemuan “Java Man” oleh Eugène Dubois di tepi Bengawan Solo pada akhir abad ke-19 menjadi pondasi penting studi paleoantropologi global.

Kedua, temuan lukisan gua tertua di dunia dari Leang Karampuang, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. Lukisan berusia 51.200 tahun ini menggambarkan manusia berinteraksi dengan babi hutan sebagai bukti kemampuan simbolik dan narasi visual nenek moyang Nusantara.

Momentum Repatriasi Fosil dan Reposisi Narasi Global
Momen bersejarah juga terjadi dengan repatriasi 28.131 fosil koleksi Dubois dari Belanda ke Indonesia pada September 2025. Selama lebih dari satu abad, sebagian besar fosil kunci sejarah manusia justru tersimpan di luar negeri. Kembalinya fosil-fosil ini, menurut Fadli, adalah kemenangan restoratif dan simbol kedaulatan ilmiah bangsa.

Konferensi UISPP 2025 yang digelar di UKSW Salatiga, Museum Manusia Purba Sangiran, dan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta, menjadi ajang strategis untuk menegaskan posisi Indonesia dalam komunitas ilmiah internasional. Fadli menegaskan, teori “Out of Nusantara” bukan untuk menandingi narasi lain, melainkan memperkaya perspektif global tentang sejarah peradaban manusia.

Sumber:

  • Antara, Kompas, Tempo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *