Berita Jurnalkitaplus — Hari Rabu (19 November 2025) menjadi tonggak baru bagi konektivitas di Selatan DIY. Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul. Proyek senilai sekitar Rp 863,72 miliar ini dibangun oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama mitra lokal dan menorehkan rekor resmi dari Museum Rekor‑Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “jembatan terpanjang dengan sistem struktur CSP dan timbunan ringan mortar busa”.
Spesifikasi dan Manfaat
Jembatan Kabanaran membentang sepanjang 2,3 kilometer (km) dengan bentang utama sepanjang 675 meter dan lebar rata-rata 24 meter.
Menurut keterangan, jembatan ini dirancang untuk:
- Memangkas waktu tempuh antara utara-selatan DIY, khususnya koridor Ngremang-Pandansimo-Samas.
- Mendukung aktivitas logistik, pariwisata, dan ekonomi lokal di kawasan pesisir selatan yang sebelumnya kurang terlayani.
- Meningkatkan ketahanan struktur terhadap gempa dan pergerakan tanah, dengan teknologi tambahan seperti peredam gempa (lead rubber bearing) serta material ringan.
“Apa Itu” Sistem Struktur CSP?
Dikutip dari ETD UGM, sistem struktur CSP atau Corrugated Steel Plate adalah teknologi konstruksi yang memanfaatkan pelat baja bergelombang (corrugated steel plate) sebagai elemen struktural utama dalam lantai maupun dek jembatan. Pelat-pelat CSP ini dirangkai menjadi satu kesatuan dengan peluang pemasangan yang lebih cepat dan bobot yang lebih ringan dibandingkan beton konvensional.
Beberapa keunggulan sistem CSP antara lain:
Ringan: Karena menggunakan pelat baja profil bergelombang, beban sendiri struktur bisa dikurangi dibanding sistem beton penuh.
Efisiensi waktu dan biaya: Elemen prefabrikasi atau semi-prefabrikasi bisa mempercepat pemasangan di lapangan, mengurangi durasi pengerjaan dan gangguan lalu lintas.
Kemudahan pelaksanaan: Pemasangan modul CSP cukup cepat dan cocok untuk kondisi lapangan yang menantang (misalnya tanah lunak, perairan, atau daerah rawan gempa).
Ketahanan: Dengan desain yang baik, struktur CSP bisa dipadukan dengan material dan teknologi peredaman gempa untuk menghasilkan performa tinggi, seperti pada kasus jembatan ini.
Catatan dan Harapan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang yang memerlukan pemeliharaan serius. “Saya titip perawatan,” tegasnya dalam acara peresmian.
Menteri Pekerjaan Umum juga menyebut bahwa jembatan ini akan memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan DIY dan memperkuat jaringan konektivitas nasional.
Dengan diresmikannya Jembatan Kabanaran, diharapkan masyarakat lokal merasakan manfaat nyata berupa waktu tempuh yang lebih cepat, efisiensi biaya logistik, dan peningkatan kunjungan wisata ke kawasan selatan. Ke depan, penerapan teknologi CSP ini bisa menjadi model bagi proyek-jembatan serupa di berbagai daerah di Indonesia. (FG12











