Membaca Pikiran Anda

Kiamat Ikon ‘Langit’ Bandung: Teras Cihampelas, Riwayatmu Kini Berujung Puing!

Berita Jurnalkitaplus – Pernah digadang-gadang sebagai mahakarya ikonik yang akan membawa Bandung mendunia, Teras Cihampelas kini tinggal menghitung hari menuju kehancurannya.

Proyek ambisius senilai lebih dari Rp 90 miliar ini segera berubah menjadi puing-puing sejarah setelah Pemerintah Kota Bandung mengetok palu keputusan yang menyakitkan namun tak terelakkan: Pembongkaran Total.

Langkah drastis ini diambil bukan tanpa alasan. Di balik kemegahan konstruksi baja yang melayang di atas Jalan Cihampelas itu, tersimpan “bom waktu” yang mengancam keselamatan publik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara blak-blakan mengungkap fakta mengejutkan bahwa struktur tersebut tidak memiliki izin resmi, baik Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Lebih ngeri lagi, hasil uji beban menunjukkan struktur tersebut sangat rapuh dan berbahaya. Membiarkannya tetap berdiri sama saja dengan memelihara maut di atas kepala ribuan warga yang melintas di bawahnya.

Estetika yang Membunuh Ekonomi

Kritik tajam dari tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi, seolah menjadi paku terakhir di peti mati Teras Cihampelas.

Alih-alih mempercantik kota, bangunan ini dinilai sebagai “polusi visual” yang justru mematikan denyut nadi ekonomi di bawahnya.

Toko-toko fesyen legendaris dan hotel-hotel di sepanjang Jalan Cihampelas seolah tercekik, tertutup oleh bayang-bayang raksasa baja yang kini lebih banyak diisi oleh kesunyian dan deretan kios terbengkalai.

“Sayonara” bukan sekadar ucapan perpisahan, melainkan pengakuan atas kegagalan sebuah konsep yang tidak sinkron dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Rumah yang Hilang bagi Komunitas

Di tengah sengitnya perdebatan birokrasi, ada jerit lirih dari anak-anak muda Bandung. Bagi komunitas seperti Friday Football Street, Teras Cihampelas adalah “benteng terakhir” mereka.

Setelah diusir dari taman ke taman, di tempat inilah mereka menemukan ruang untuk bernapas dan berekspresi tanpa prasangka.

Kini, saat alat berat bersiap meratakan struktur tersebut, ratusan anak muda ini kembali terkatung-katung. Mereka bertanya: Ke mana lagi kami harus pergi?

Menanti Wajah Baru Cihampelas

Pembongkaran ini memang pahit. Uang rakyat puluhan miliar rupiah seolah menguap begitu saja menjadi besi tua. Namun, Pemkot Bandung berjanji bahwa ini adalah langkah “cuci darah” untuk menghidupkan kembali kawasan Cihampelas melalui penataan trotoar dan drainase yang lebih manusiawi.

Akankah Cihampelas kembali ke masa kejayaannya sebagai kiblat jins dunia, ataukah pembongkaran ini hanya akan meninggalkan luka dalam di wajah Kota Kembang?

Yang pasti, Teras Cihampelas kini hanya akan menjadi pengingat mahal tentang kebijakan yang dipaksakan tanpa perhitungan matang.

Apakah Anda punya kenangan khusus di Teras Cihampelas sebelum dibongkar? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *