Membaca Pikiran Anda

Era Baru Garuda: Meneropong Ambisi Besar John Herdman di Kursi Pelatih Timnas Indonesia

Berita Jurnalkitaplus – Teka-teki mengenai siapa yang akan menakhodai Skuad Garuda akhirnya terjawab. PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia per Januari 2026. Penunjukan pelatih asal Inggris ini bukan sekadar pergantian posisi di bangku cadangan, melainkan sebuah pernyataan ambisi besar sepak bola Indonesia di kancah internasional.

Profil “Langka” dengan CV Kelas Dunia

​Bukan tanpa alasan tajuk “CV Mentereng” disematkan kepada Herdman. Pria berusia 50 tahun ini membawa portofolio yang tidak dimiliki banyak pelatih di dunia. Ia mencatatkan sejarah unik sebagai satu-satunya pelatih yang mampu meloloskan tim nasional putra dan putri ke putaran final Piala Dunia FIFA saat menakhodai Kanada.

​Keberhasilannya membawa Timnas Putra Kanada mengakhiri penantian 36 tahun menuju Piala Dunia Qatar 2022 adalah bukti nyata keahliannya dalam membangun tim dari bawah. Indonesia, yang memiliki gairah sepak bola serupa, berharap “tangan dingin” Herdman mampu mereplikasi keajaiban tersebut di tanah air.

Misi Kebangkitan Pasca-Kegagalan

​Herdman datang menggantikan Patrick Kluivert di tengah momentum krusial. Tugasnya tidak ringan; ia mewarisi tim yang tengah mencari identitas baru setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2025. PSSI kabarnya mengikat Herdman dengan kontrak skema 2+2 tahun, sebuah sinyal bahwa federasi memberikan waktu bagi pelatih ini untuk membangun sistem, bukan sekadar mengejar trofi instan.

​Dengan nilai kontrak yang diperkirakan mencapai Rp670 juta per bulan, ekspektasi publik tentu menjulang tinggi. Namun, rekam jejaknya yang mampu melambungkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia menjadi dasar optimisme bahwa peringkat Indonesia juga akan terkerek naik secara signifikan.

Agenda Padat Menanti

​Sesuai jadwal, Herdman akan menginjakkan kaki di Jakarta pada 12 Januari 2026. Ia tidak memiliki banyak waktu untuk bersantai. Sederet agenda besar sudah menanti, mulai dari debut di ajang FIFA Series pada Maret mendatang di Gelora Bung Karno, hingga turnamen bergengsi Piala AFF 2026 dan Asian Games 2026.

​Target jangka panjangnya pun sangat jelas: memastikan Indonesia menjadi kekuatan yang disegani di Piala Asia 2027 dan membuka jalan menuju mimpi besar Piala Dunia 2030.

Analisis: Mengapa Herdman?

​Keputusan PSSI memilih Herdman nampaknya didasarkan pada pendekatannya yang dikenal sangat terstruktur dan adaptif terhadap pemain muda. Di tengah banyaknya talenta muda berbakat di Indonesia, karakter kepemimpinan Herdman yang fokus pada pengembangan disiplin dan taktik modern dianggap sangat cocok dengan kebutuhan Skuad Garuda saat ini.

​Kini, publik sepak bola tanah air tinggal menanti, apakah “Era Baru” di bawah asuhan John Herdman benar-benar akan membawa Garuda terbang lebih tinggi, atau hanya akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang pencarian jati diri sepak bola kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *