Membaca Pikiran Anda

Emas Menggila! Diramal Tembus US$10.000 di 2026, Ini Deretan Pemicunya

Berita Jurnalkitaplus – Harga emas dunia diprediksi belum akan berhenti mencetak rekor. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di angka US$4.400 pada Oktober lalu, sejumlah analis kini memproyeksikan logam mulia ini bakal terbang tinggi hingga menyentuh US$10.000 per ons atau setara Rp168,33 juta.

Meskipun sempat mengalami koreksi pada November, para ahli menilai hal tersebut hanyalah “napas pendek” sebelum emas melanjutkan tren penguatan (bullish) yang lebih agresif di tahun 2026.

Faktor Suku Bunga dan Pelemahan Dolar

Analis BossaFX, Marek Rogalski, mengungkapkan bahwa pasar saat ini tengah menanti kebijakan The Fed terkait pemangkasan suku bunga. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ini menjadi katalis jangka pendek yang sangat kuat bagi emas.

Senada dengan hal tersebut, Chief Investment Officer Century Financial, Vijay Valecha, menyebut bahwa potensi penunjukan Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed akan mendorong kebijakan yang lebih akomodatif. Kondisi ini diprediksi akan membuat dolar AS keok dan secara otomatis melambungkan daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven).

Target Teknikal: Menuju US$5.700

Secara teknikal, pergerakan emas masih berada dalam jalur hijau yang solid. Berdasarkan proyeksi Fibonacci extension, para analis memetakan target harga sebagai berikut:

  • Target Awal: US$5.000 (Level psikologis utama).
  • Target Berikutnya: US$5.700 (Setara level 161,8% Fibonacci).

Skenario Ekstrem: Ancaman Komputasi Kuantum & Dedolarisasi

Yang paling mengejutkan, Saxo Bank dalam laporan “Outrageous Predictions 2026” memaparkan skenario risiko ekstrem yang bisa mendorong emas ke angka US$10.000:

  1. Fenomena “Q-Day”: Munculnya kekhawatiran komputasi kuantum yang mampu meretas enkripsi digital. Jika sistem perbankan tradisional dan aset digital terancam, emas akan menjadi satu-satunya aset fisik tanpa risiko digital yang dipercayai dunia.
  2. Dominasi Yuan China: Adanya potensi China menopang mata uang Yuan dengan cadangan emas untuk menantang dolar AS. Jika emas dijadikan jangkar moneter global kedua, harganya diprediksi akan melesat melewati level US$6.000 hingga jauh di atasnya.

Saat ini, dukungan kuat (support) emas berada di level US$4.000. Selama harga bertahan di atas level tersebut, momentum kenaikan menuju rekor-rekor baru di tahun 2026 dinilai hanya tinggal menunggu waktu. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *