Membaca Pikiran Anda

Badai Margin CME Hantam Emas, Harga Ambrol US$ 900 dalam Sepekan!

JAKARTA, Jurnalkitaplus – Pasar logam mulia global sedang mengalami “pendaratan darurat”. Setelah sempat terbang tinggi hingga mencetak rekor all-time high (ATH), harga emas dunia kini justru terjun bebas. Kebijakan terbaru dari bursa derivatif raksasa, Chicago Mercantile Exchange (CME), disebut menjadi pemicu utama gelombang jual masif yang melanda pasar.

Kebijakan CME: “Lampu Merah” bagi Spekulan

​Penurunan tajam pada perdagangan Senin (2/2/2026) dipicu oleh keputusan CME yang menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka emas dan perak. Secara teknis, kenaikan margin ini memaksa investor menyediakan jaminan uang tunai yang lebih besar untuk mempertahankan posisi perdagangan mereka.

​”Kenaikan margin ini membuat posisi spekulatif menjadi sangat mahal. Akibatnya, banyak pelaku pasar, terutama ritel yang kekurangan likuiditas, terpaksa melakukan aksi jual paksa (force sell),” ungkap analis pasar dalam laporan tersebut.

Kejatuhan Terdalam Sejak 1983

​Data pasar menunjukkan volatilitas yang sangat ekstrem. Hanya dalam hitungan hari sejak menyentuh rekor tertinggi di level US$ 5.594,82 pada 29 Januari lalu, harga emas spot kini tersungkur ke level US$ 4.660,1 per ons troi.

​Artinya, emas telah kehilangan nilai sekitar US$ 900 hanya dalam kurun waktu sepekan. Bahkan, penurunan pada 30 Januari lalu tercatat sebagai koreksi harian terdalam sejak tahun 1983.

Faktor Kevin Warsh dan Sentimen The Fed

​Selain faktor teknis dari CME, pasar juga tengah mencerna sentimen geopolitik dan moneter AS. Penunjukan Kevin Warsh sebagai calon kuat Ketua The Fed berikutnya memberikan sinyal perubahan arah kebijakan yang lebih ketat. Hal ini membuat dolar AS kembali perkasa dan menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Perak Ikut Terkapar

​Tak hanya emas, perak juga mengalami nasib serupa. Harga perak spot anjlok hingga 6,48% ke level US$ 79,21 per ons. Secara akumulatif, perak telah terkoreksi sedalam 33% dari level puncaknya pekan lalu, menandakan pasar logam mulia sedang memasuki fase konsolidasi yang menyakitkan bagi para holder.

​Para analis memperingatkan investor untuk tetap waspada dan memperhatikan level support psikologis baru, mengingat volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *