Membaca Pikiran Anda

Mantan Pemilih MAGA Nyatakan Mundur: “Saya Malu Pernah Dukung Trump”

Di media arus utama dan jejaring sosial, momen ini disorot sebagai titik balik simbolik: seorang pemilih MAGA garis keras yang sebelumnya dikenal sebagai penjaga loyalitas kini berbalik mengecam.

Narasi yang berkembang, khususnya di media liberal seperti New Republic yang mengangkat kisah ini, menggambarkan keretakan budaya MAGA, di mana dominasi retorika rasis dan provokatif Trump kini mulai memicu respons penolakan—bukan saja dari oposan politik, tetapi juga dari bekas pendukung setia.

Bagi pengamat politik, episode ini menunjukkan bahwa selain dimensi ideologis, konflik di tubuh politik AS kini turut dibentuk oleh soal “dignitas rasial”: hingga di titik mana sebuah bangsa bersedia membiarkan pemimpinnya menyebar atau membiarkan pesan rasis berlalu begitu saja.

Reaksi mantan pemilih MAGA yang menyebut diri “malu” menjadi salah satu penanda bahwa minimal di level individu‑individu tertentu, batas itu sudah mulai bergeser. (FG12)

The New Republic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *