Cinta Laura Kiehl, sebagai Duta UNICEF Indonesia, mengkritik keras gaji guru di Indonesia yang masih sangat rendah, bahkan di bawah Upah Minimum Regional di beberapa daerah.
Pernyataan ini disampaikan dalam sambutan pelantikannya baru-baru ini, menyoroti dampak buruknya terhadap motivasi dan kualitas pengajaran anak-anak. Ia khawatir kondisi ini bisa menghambat kemajuan pendidikan generasi muda
Cinta Laura terkejut melihat gaji guru yang tak memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga mereka. Ia menekankan perlunya pelatihan komprehensif agar guru tetap termotivasi, karena “jika moral mereka pudar, anak-anak sulit belajar dengan baik”.
Sebagai aksi lanjutan, ia berencana kunjungan ke Aceh untuk bantu korban bencana banjir bandang akhir 2025 dengan alat belajar dan mainan anak.
Masalah ini bukan baru; survei menunjukkan 74% guru honorer dibayar di bawah upah minimum terendah nasional.
Anggota DPR RI Selly Andriany Gantina juga sebut kesejahteraan guru di daerah masih jauh dari standar layak.
Kritik serupa muncul dari Cinta Laura sebelumnya soal perbandingan gaji guru dengan tunjangan DPR, yang ia hubungkan dengan sila ke-5 Pancasila. (FG12)











