Berita Jurnalkitaplus – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor, pada Sabtu (14/2/2026) memicu longsor dan banjir bandang yang merusak sejumlah rumah warga. Sebanyak 12 keluarga atau 36 jiwa menjadi korban dampak bencana alam ini, meski belum ada laporan korban jiwa.
Kronologi dan Dampak
Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB ketika drainase meluap akibat curah hujan tinggi, disertai longsor yang menghantam tembok penahan tanah serta rumah-rumah penduduk. Tiga rumah mengalami kerusakan berat, termasuk milik Ag (2 jiwa dari 8 anggota keluarga), A (2 jiwa dari 6 anggota keluarga), dan satu rumah lainnya. Selain itu, satu rumah milik Ridwan (1 kepala keluarga) terancam roboh, sementara enam rumah lain dilanda banjir.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor langsung bergerak cepat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Adam, mengonfirmasi bahwa inventarisasi kerugian material masih dilakukan untuk menentukan bantuan lanjutan.
Upaya Penanganan
Warga terdampak dievakuasi sementara ke tempat aman oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD. Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan material longsor dan drainase agar banjir tidak meluas. Hingga saat ini, kondisi stabil tanpa korban jiwa dilaporkan.
Kasus serupa pernah terjadi di kawasan yang sama pada 2025, di mana longsor dan banjir juga merusak infrastruktur akibat kerusakan lingkungan. Pemerintah daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan cuaca ekstrem di musim hujan. (FG12)











