Membaca Pikiran Anda

WHO: Hampir Separuh Penderita Kebutaan Akibat Katarak Belum Dapat Operasi Gratis

Berita Jurnalkitaplus – Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan keprihatinan serius atas kondisi global di mana hampir separuh penderita kebutaan akibat katarak masih menunggu operasi. Studi terbaru yang diterbitkan di The Lancet Global Health menunjukkan peningkatan cakupan operasi hanya 15% dalam dua dekade terakhir, dengan proyeksi hanya mencapai 8,4% pada dekade ini—jauh dari target 30% pada 2030.

Kesenjangan Akses Terbesar di Afrika dan Kalangan PerempuanBerdasarkan analisis data dari 68 negara periode 2023-2024, kesenjangan terparah terjadi di Afrika, di mana tiga perempat penderita katarak belum menjalani operasi.

Perempuan mengalami akses lebih rendah dibanding laki-laki di hampir seluruh kawasan, dipicu oleh berbagai hambatan seperti kekurangan tenaga kesehatan mata spesialis, biaya operasi yang mahal, waktu tunggu panjang, serta minimnya kesadaran masyarakat akan penyakit ini.

Devora Kestel dari WHO menekankan bahwa operasi katarak hanya memakan waktu 15 menit dan sangat efektif dalam memulihkan penglihatan. “Prosedur ini tidak hanya mengembalikan kemampuan melihat, tapi juga meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan,” ujarnya.

Solusi Percepatan Layanan Kesehatan Mata

WHO mendesak integrasi skrining mata ke dalam layanan kesehatan primer, penguatan infrastruktur bedah, serta penjangkauan khusus untuk perempuan dan wilayah terpencil. Langkah ini diharapkan dapat menekan backlog operasi yang terus membengkak secara global.

Kondisi Memprihatinkan di Indonesia

Di Indonesia, katarak menjadi penyebab utama kebutaan dengan kontribusi mencapai 50-81% kasus. Backlog operasi semakin besar akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan akses layanan, meski penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui intervensi tepat waktu seperti operasi gratis.

Pemerintah dan stakeholder kesehatan perlu mempercepat program operasi katarak massal untuk mengurangi beban kebutaan yang dapat dihindari ini, sejalan dengan seruan global dari WHO. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *