Berita Jurnalkitaplus – Harga emas dunia diproyeksi bakal tembus US$6.500 per troy ounce sepanjang 2026, sehingga harga emas Antam di Indonesia berpotensi mencapai Rp4,2 juta per gram. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan proyeksi ini naik dari estimasi awal Rp3,5 juta, didorong kenaikan harga global yang kini melebihi US$5.500 per ons. Lembaga seperti UBS dan J.P. Morgan juga merevisi target hingga US$6.000–6.200 per ons, seiring ketegangan geopolitik dan dinamika politik AS.
Faktor pendorong utama termasuk ketegangan geopolitik global serta pemilu sela AS yang mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas. Selain itu, Federal Reserve diprediksi memangkas suku bunga hingga 50 basis poin, ditambah ketidakseimbangan suplai-demand di pasar dunia. Di Indonesia, permintaan emas fisik maupun digital melalui Pegadaian dan BSI terus meningkat, memperkuat tren kenaikan harga domestik.
Sementara itu, harga emas Antam terkini pada 20 Februari 2026 stabil di Rp2.916.000 per gram, naik tipis dari hari sebelumnya meski sempat fluktuatif seperti Rp2.954.000 pada 14 Februari. Investor disarankan memantau perkembangan ini untuk strategi beli atau jual, mengingat potensi reli harga sepanjang tahun. (FG12)











