Berita Jurnalkitaplus – Rusia memperingatkan Korea Selatan agar tidak bergabung dalam inisiatif NATO bernama Prioritised Ukraine Requirements List (PURL) untuk menyediakan senjata bagi Ukraina, dengan ancaman tindakan balasan termasuk “asimetris” jika Seoul ikut serta. Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa langkah tersebut akan merusak hubungan bilateral dan menghambat dialog konstruktif di Semenanjung Korea.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengonfirmasi sedang berdiskusi dengan NATO tentang berbagai bentuk dukungan untuk Ukraina, meski posisi resmi tetap pada bantuan humaniter dan peralatan militer non-letal. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Seoul hanya memberikan dukungan non-letal, dan meski bergabung PURL, kontribusinya kemungkinan terbatas pada peralatan serupa.
PURL yang diluncurkan AS dan NATO pada Juli 2025 memungkinkan negara peserta mengumpulkan dana untuk membeli senjata buatan Amerika bagi Ukraina, dengan lebih dari 20 negara terlibat dan komitmen di atas $4 miliar hingga Desember 2025. Peringatan Rusia ini muncul di tengah peringatan empat tahun perang Ukraina dan kerjasama militer Rusia-Korea Utara yang memengaruhi kalkulasi keamanan Seoul. (JKP)











