Berita Jurnalkitaplus – Ratusan warga di Kampung Cijambe, Desa Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat fenomena pergerakan tanah yang kian memburuk dalam tiga hari terakhir. Sebanyak 355 jiwa kini mengungsi ke rumah kerabat maupun tenda darurat setelah sempat mendengar suara ledakan keras dari bawah tanah sebelum kerusakan parah terjadi. Kondisi tanah yang terus bergeser membuat kawasan tersebut kini dinyatakan sangat rawan dan tidak lagi layak untuk ditinggali.
Berdasarkan data sementara di lapangan, bencana ini telah mengakibatkan 25 rumah ambruk atau rusak berat, sementara 65 rumah lainnya mengalami kerusakan kategori sedang hingga ringan. Selain pemukiman warga, sebuah bangunan pesantren juga dilaporkan hancur akibat tanah yang amblas dan roboh. Petugas mencatat bahwa meskipun banyak bangunan yang konstruksinya permanen dan kokoh, bangunan-bangunan tersebut tetap tidak mampu menahan kekuatan pergeseran tanah hingga akhirnya hancur total.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus melakukan asesmen dan memasang garis polisi untuk membatasi akses ke zona bahaya. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah, terutama mengingat potensi pergerakan susulan saat intensitas hujan tinggi melanda wilayah Sukabumi selatan. Saat ini, petugas memastikan bahwa lokasi terdampak sudah dikosongkan sepenuhnya dari penghuni demi menjaga keselamatan warga. | FG12











