Membaca Pikiran Anda

Pemerintah Tahan Harga Pertalite Rp10.000, Subsidi Terjepit Lonjakan Minyak Global Pasca Penutupan Hormuz

Berita Jurnalkitaplus – Pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi Pertalite tetap Rp10.000 per liter hingga akhir triwulan I 2026, meski harga minyak dunia melonjak ke atas 118 dolar AS per barel akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan jaminan ini di Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026, Jakarta, Kamis (12/3/2026). Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat menjelang mudik Lebaran, sementara BBM nonsubsidi seperti Pertamax naik ke Rp12.300 per liter.

Lonjakan harga minyak dipicu eskalasi konflik Timur Tengah pasca serangan AS-Israel pada 28 Februari, yang memaksa Iran menutup rute pengiriman 20% minyak dunia. Asumsi APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel kini tertekan, membebani anggaran subsidi yang diproyeksi membengkak.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi fiskal masih aman, dengan produksi domestik 610.000 barel per hari dan stok BBM mencukupi. Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong diversifikasi ke energi nabati untuk mitigasi jangka panjang.

Evaluasi pasca-triwulan I akan menentukan kelanjutan kebijakan, dengan Pertalite dan Biosolar (Rp6.800/liter) sebagai prioritas.

Kebijakan ini mencerminkan strategi pemerintah menyeimbangkan stabilitas sosial dan fiskal di tengah gejolak global, meski tantangan inflasi dan defisit APBN tetap mengintai. | FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *