Berita Jurnalkitaplus – Kapal tanker mulai melintasi Selat Hormuz yang sempat ditutup sementara oleh Iran, memicu penurunan harga minyak dunia hingga 3 persen pada Rabu (17/3/2026).
Harga minyak Brent terdepresiasi 2 persen menjadi 100,21 dolar AS per barel, sementara WTI AS merosot 3,53 persen ke 93,50 dolar AS per barel. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran pasar global akan gangguan pasokan minyak mentah yang mencapai 20 persen dari total perdagangan dunia.
Ketegangan di Selat Hormuz bermula dari serangan AS-Israel terhadap Iran akhir Februari lalu, yang memicu penutupan selat tersebut dan menghambat ratusan kapal tanker, termasuk dua kapal milik Pertamina seperti MT Paragon dan MT Rinjani. Presiden Donald Trump bahkan meminta dukungan internasional untuk pengawalan kapal di wilayah rawan tersebut.
Meski demikian, pasokan tambahan dari impor Venezuela serta stok strategis AS yang melimpah turut berkontribusi pada aksi jual di pasar.
Dampaknya, harga minyak yang sempat melonjak hampir 40 persen sejak Februari kini menunjukkan tren stabilisasi di kisaran 90-100 dolar AS per barel.
Negara-negara anggota IEA bersiap melepaskan cadangan strategis jika konflik memanas kembali. Para analis memperingatkan fluktuasi harga masih berpotensi tinggi akibat dinamika geopolitik Timur Tengah yang belum sepenuhnya mereda. | FG12











