Berita Jurnalkitaplus – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi dirundung kontroversi setelah viralnya penemuan bangkai cicak dan buah busuk dalam menu siswa SDN CBM Pakujajar, Kecamatan Citamiang. Insiden yang terungkap akhir pekan lalu ini memicu kemarahan orang tua murid, yang langsung memprotes kualitas makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Kasus ini menjadi sorotan karena program nasional yang baru digulirkan akhir Januari 2026 kini tercoreng citranya di tingkat lokal.
Badan Gizi Nasional (BGN) merespons cepat dengan mengeluarkan surat resmi nomor 1025/D.TWS/03/2026 pada 19 Maret 2026, yang menghentikan sementara operasional SPPG Citamiang. Penghentian ini disebabkan oleh kualitas produksi buruk, mutu gizi rendah, serta risiko keamanan pangan yang membahayakan anak-anak. Pertemuan mediasi pada 16 Maret melibatkan sekolah, komite orang tua, Satgas MBG, dan SPPG, namun tidak mampu mencegah sanksi dari pusat.
Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut kejadian ini sebagai pembelajaran berharga bagi semua pelaksana program demi generasi emas Indonesia 2045. SPPG Citamiang mengakui keterlambatan distribusi akibat melayani 3.000 penerima, tapi operasional baru boleh berlanjut setelah perbaikan total dan verifikasi. | FG12











