Membaca Pikiran Anda

Intel Korsel: Korut Perlahan Menjauh dari Iran demi Membuka Pintu Dialog dengan AS

Berita Jurnalkitaplus – Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) kini tampak menjauh dari Iran sebagai sekutu dekat, terutama sejak pecahnya perang Iran–AS–Israel pada Februari 2026.

Menurut sumber NIS, Pyongyang tidak lagi mengirim senjata atau material militer ke Teheran, sekaligus tidak mengeluarkan pernyataan resmi duka maupun ucapan selamat atas peralihan kepemimpinan ayatollah yang baru di Iran.

Sikap ini dianggap sebagai langkah politik yang sengaja diredam untuk menjaga peluang komunikasi dengan Washington di masa depan.

NIS menilai, Korut juga menghadapi tekanan ekonomi akibat gejolak di Timur Tengah, termasuk gangguan pasokan industri, volatilitas harga, dan gejolak nilai tukar yang memukul kondisi keuangan negara. Dalam situasi itu, Pyongyang justru diduga lebih mengandalkan Rusia untuk memperoleh minyak dan dukungan lain, sehingga hubungan strategisnya dengan Iran menjadi kurang sentral.

Para analis menyebut pergeseran ini sebagai bagian dari upaya Kim Jong Un untuk memperkuat posisi tawar di tengah krisis global sambil mempersiapkan skenario yang lebih terbuka terhadap dialog dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, pidato‑pidato terbaru Kim Jong Un yang menekankan pentingnya nuklir sebagai “kunci selamat” sekaligus membuka ruang untuk diplomasi dengan AS menambah indikasi bahwa Korut sedang mengatur langkah jangka panjang.

NIS meyakini Pyongyang ingin memastikan bahwa Korea Utara tidak bernasib seperti Iran, yang terperangkap dalam konflik militer berkepanjangan dan sanksi keras.

Dengan demikian, menjauh dari Iran dinilai sebagai bagian dari strategi politik yang sangat hati‑hati, di mana Korut berusaha memetakan ulang poros‑poros sekutunya guna mengamankan keberlangsungan rezim dan, jika memungkinkan, membuka jalur komunikasi baru dengan Washington. (FG12)

| CNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *