Membaca Pikiran Anda

Krisis Hak Siar Piala Dunia 2026: Thailand dan Malaysia Terancam Absen Layar Kaca, 6 Negara ASEAN Aman

​Berita Jurnalkitaplus – Kabar kurang menyenangkan datang bagi para penggemar sepak bola di Thailand dan Malaysia. Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang tinggal menyisakan waktu sekitar dua bulan, kedua negara tersebut hingga kini dilaporkan belum berhasil mengamankan hak siar televisi untuk ajang bergengsi empat tahunan tersebut.

​Berdasarkan laporan terbaru FIFA per 11 April, terdapat ketimpangan signifikan di kawasan Asia Tenggara terkait kepemilikan hak siar media. Sementara Thailand dan Malaysia masih berjuang dalam negosiasi, enam negara tetangga lainnya sudah dipastikan bisa menayangkan pertandingan tersebut.

Daftar Negara yang Sudah Mengamankan Hak Siar

Enam negara di Asia Tenggara yang telah resmi mengantongi lisensi hak siar Piala Dunia 2026 adalah:

  1. Indonesia
  2. ​Vietnam
  3. ​Kamboja
  4. ​Filipina
  5. ​Singapura
  6. ​Timor Leste

​Di Vietnam, stasiun televisi nasional VTV telah mengumumkan secara resmi kepemilikan hak siar sejak awal April dan berencana menyiarkan pertandingan secara gratis bagi masyarakat.

Harga Selangit Jadi Penghalang Utama

Kendala utama yang dihadapi Malaysia dan Thailand adalah lonjakan harga hak siar yang diminta oleh FIFA. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan total 104 pertandingan, nilai kontrak dilaporkan meningkat drastis.

​Di Malaysia, sumber internal menyebutkan bahwa FIFA meminta angka mendekati 50 juta dolar AS (sekitar Rp800 miliar), sebuah nilai yang dianggap terlalu tinggi oleh stasiun televisi lokal seperti RTM maupun penyiar berbayar Astro. Jika kesepakatan tidak segera tercapai, ini akan menjadi sejarah pertama kalinya masyarakat Malaysia tidak bisa menonton Piala Dunia melalui televisi lokal sejak tahun 1966.

​Kondisi serupa dialami Thailand. Selain masalah harga, adanya perubahan regulasi oleh Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional (NBTC) yang menghapus Piala Dunia dari kategori “wajib tayang” di TV gratis, membuat kemungkinan siaran langsung hanya akan tersedia melalui skema berbayar (pay-per-view).

​Hingga saat ini, selain Thailand dan Malaysia, negara lain di kawasan ASEAN yang juga tercatat belum memiliki hak siar adalah Myanmar, Brunei, dan Laos. Penggemar sepak bola di negara-negara tersebut kini hanya bisa berharap negosiasi menit-menit terakhir dapat membuahkan hasil sebelum sepak mula di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dimulai. | FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *