Membaca Pikiran Anda

Museum AI Pertama di Dunia Tunda Pembukaan hingga Musim Semi 2026

Berita Jurnalkitaplus – Museum seni kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia, mengumumkan penundaan pembukaan dari rencana awal tahun 2025 menjadi musim semi 2026. Museum seluas 25.000 kaki persegi ini akan berlokasi di kompleks The Grand LA karya arsitek Frank Gehry di pusat kota Los Angeles.​

Teknologi Revolusioner dalam Seni AI

Museum yang dikembangkan oleh Refik Anadol Studio ini akan menampilkan lima galeri berbeda dengan pengalaman seni yang memadukan imajinasi manusia dan kecerdasan buatan. Instalasi unggulan museum adalah Gallery C’s Infinity Room, sebuah evolusi dari instalasi ikonik studio yang telah mengunjungi 35 kota di seluruh dunia dan disaksikan lebih dari 10 juta pengunjung selama satu dekade terakhir.​

Yang membuat Infinity Room di DATALAND istimewa adalah penggunaan teknologi World Models, bentuk AI generatif canggih yang memahami fisika dunia nyata dan dinamika spasial. Ruangan ini juga akan menjadi lingkungan imersif pertama yang menampilkan aroma yang dihasilkan AI melalui Large Nature Model.​

Large Nature Model dan Komitmen AI Etis

Pameran perdana museum akan didukung oleh Large Nature Model, sistem AI open-source pertama di dunia yang dilatih secara eksklusif menggunakan data alam dari institusi terkemuka seperti Smithsonian, Natural History Museum London, dan Cornell Lab of Ornithology. Model ini memanfaatkan data dari 9 juta catatan spesimen publik, 6,3 juta gambar, dan hingga setengah miliar gambar alam.​

Refik Anadol menekankan komitmennya terhadap “AI etis” dengan mengamankan izin untuk setiap materi yang bersumber dan melakukan seluruh penelitian di server Google di Oregon yang sepenuhnya didukung energi terbarukan.​

Memperkuat Koridor Budaya Los Angeles

DATALAND akan bergabung dengan koridor budaya terkenal Los Angeles yang mencakup The Broad, MOCA, The Music Center, dan The Colburn School. Lokasi museum di The Grand LA tepat berseberangan dengan Walt Disney Concert Hall karya Gehry menandai momen bersejarah bagi Anadol dan co-founder Efsun Erkılıç, yang mendirikan studio mereka di Los Angeles lebih dari satu dekade lalu.​

Museum ini juga mengumumkan Program Residensi Seniman perdana bermitra dengan Google Arts & Culture, di mana tiga seniman terpilih akan mengeksplorasi kolaborasi manusia-mesin selama enam bulan, yang akan berakhir dengan showcase publik di DATALAND. “DATALAND adalah tempat di mana kreativitas manusia bertemu dengan inovasi, mengubah yang biasa menjadi luar biasa,” kata Erkılıç.​ (FG12)

Sumber designboom.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *