Membaca Pikiran Anda

Purbaya Yudhi Sadewa: Pemerintah Fokus Perbaikan Ekonomi Riil, Urusan Pajak Ekonomi Bawah Tanah Dinomorduakan

Berita Jurnalkitaplus – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pembenahan ekonomi riil dan sektor formal ketimbang mengejar pajak dari aktivitas ekonomi bawah tanah atau underground economy. Pernyataan ini disampaikan Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/10/2025), menanggapi wacana peningkatan penerimaan negara dari sektor yang tidak tercatat.

“Underground sudah lama diomongin, hasilnya nol. Jadi saya fokus dulu memperbaiki yang kelihatan, bukan yang di bawah tanah,” ujar Purbaya. Ia menilai bahwa lebih produktif jika pemerintah membenahi masalah yang tampak di sektor resmi sebelum menargetkan potensi pajak dari aktivitas yang sulit terdeteksi.

Persoalan utama dalam mengejar pajak dari ekonomi bawah tanah, menurut Purbaya, terletak pada sulitnya pengukuran data. “Gimana ngukurnya, menghitungnya, orang underground. Kalau bisa dihitung, berarti bukan underground lagi. Itu tebak-tebakan saja,” jelasnya. Purbaya menambah, target pajak sektor ini tidak dapat ditetapkan dengan dasar yang jelas karena datanya tidak tersedia secara akurat. Namun, ia membuka peluang untuk mengejarnya di masa depan jika ada data valid yang bisa digunakan sebagai acuan.

Potensi penerimaan negara dari sektor bawah tanah sendiri sempat disampaikan utusan khusus presiden bidang energi dan perubahan iklim, Hashim Djojohadikusumo, yakni mencapai Rp 300-600 triliun per tahun. Penelitian Universitas Indonesia (2019) bahkan memperkirakan nilai underground economy Indonesia sekitar Rp 1.968 triliun atau 11,6% dari PDB 2021. Laporan Ernst & Young Global mencatat persentasenya mencapai 23,6-23,8% dari PDB, di bawah India yang 25,6%. Aktivitas ekonomi bawah tanah meliputi barang masuk ilegal, produk legal yang tidak membayar pajak, hingga barang terlarang seperti narkoba.

Dengan tantangan validitas data dan pengukuran, pemerintah memilih menomorduakan upaya pajak underground economy sembari memantik perbaikan sektor ekonomi yang transparan dan terpantau. Purbaya menutup, “Kalau angkanya clear, kita pasti akan kejar.” (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *