Berita Jurnalkitaplus – Telkomsel memperkuat sistem keamanan digital dengan menerapkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk menekan aktivitas penipuan digital seperti spoofing dan phishing. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mendorong operator telekomunikasi meningkatkan perlindungan pelanggan.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa kebijakan Komdigi selaras dengan komitmen Telkomsel dalam menjaga ekosistem digital yang aman. “Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk meningkatkan perlindungan pelanggan dan menjaga ekosistem digital,” ujarnya.
AI untuk Deteksi Anomali dan Trafik Mencurigakan
Telkomsel selama ini telah menerapkan berbagai sistem keamanan berbasis AI, mulai dari deteksi anomali, pemblokiran trafik yang terindikasi spoofing atau phishing, hingga pemantauan pola panggilan dan SMS mencurigakan. Sistem tersebut bekerja secara real-time untuk mengidentifikasi aktivitas tidak wajar sebelum merugikan pelanggan.
Untuk memperkuat respons, Telkomsel juga menyediakan beragam kanal pelaporan seperti:
Call Center 188Fitur Bantuan di aplikasi MyTelkomsel, Email cs@telkomsel.com
Media sosial resmi TelkomselGraPARI
Layanan SMS pengaduan 1166 dengan format: penipuan #nomor#isi sms penipuan
Kolaborasi Antarlembaga Hadapi Modus yang Kian Kompleks
Fahmi menambahkan bahwa sistem keamanan digital membutuhkan pembaruan berkelanjutan karena modus kejahatan berkembang cepat, mulai dari spoofing, masking, phishing, hingga penggunaan Fake BTS.
- Telkomsel juga aktif berkolaborasi dengan Komdigi dan berbagai pemangku kepentingan dalam:
- Pencegahan dan pemblokiran konten ilegal
- Peningkatan literasi digital
- Pemantauan potensi penyalahgunaan perangkat ilegal
- Kampanye edukasi anti-judi online dan keamanan data
Program literasi seperti Internet BAIK dan Telkomsel Jaga Data turut diintegrasikan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko kejahatan siber.
Tantangan: Penipuan Lintas Platform
Menurut Fahmi, penipuan digital kini tidak hanya muncul melalui panggilan telepon, tetapi lintas platform seperti SMS, aplikasi pesan, hingga layanan keuangan. Hal ini membuat integrasi data dan koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting untuk deteksi yang lebih komprehensi
Komdigi: Industri Harus Perkuat Teknologi Anti-Scam
Sebelumnya, Komdigi menegaskan bahwa maraknya kasus scam call dan penipuan lintas kanal menuntut operator memperkuat teknologi anti-scam. Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut bahwa pelaku kini memanfaatkan berbagai celah teknis jaringan untuk melakukan manipulasi nomor.
“Penipuan terjadi melalui telepon, SMS, messenger, email, dan berbagai saluran lain. Tantangannya, bagaimana kita dapat mencegah hal ini?” ujar Edwin.
Komitmen Telkomsel
Fahmi memastikan Telkomsel siap mendukung kebijakan pemerintah dengan pendekatan kolaboratif dan teknologi keamanan yang terus berkembang. “Kami siap mendukung implementasi kebijakan anti-scam pemerintah demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan,” ujarnya. (FG12)
Bisnis.com











