Berita Jurnalkitaplus – Harga emas global diprediksi mengalami rebound di awal Desember 2025 setelah koreksi teknikal hingga 11% pada awal November dari puncak US$4.381 per ons, dengan proyeksi institusi seperti UBS menargetkan kisaran US$4.200 sebagai support utama dan potensi naik hingga US$4.700 jika ketegangan geopolitik memanas.
Di pasar domestik, harga emas Antam diperkirakan bergerak di rentang Rp2,3 juta hingga Rp2,6 juta per gram, dipengaruhi fluktuasi kurs rupiah sekitar Rp16.600 per dolar AS serta permintaan lokal yang stabil.
Koreksi harga emas akhir-akhir ini dipicu aksi ambil untung investor setelah kenaikan 47% sepanjang 2025, ditambah penguatan dolar AS yang menekan aset safe haven. Namun, fundamental tetap solid dengan permintaan rekor 1.313 ton pada kuartal ketiga dari bank sentral dunia dan inflow ETF mencapai US$24 miliar.
Faktor pendorong utama ke depan meliputi potensi penurunan suku bunga The Fed, inflasi global yang membandel, serta risiko geopolitik yang bisa memicu kenaikan tajam.
Skenario Pergerakan dan Strategi Investor
Analis memetakan tiga kemungkinan utama pergerakan harga emas awal Desember:
Skenario Bullish: Harga dunia tembus US$4.400–4.700 per ons, setara Antam Rp2,5–2,6 juta per gram, jika dolar AS melemah dan kebijakan moneter longgar; disarankan beli saat harga dip.
Skenario Bearish: Turun ke US$3.400 per ons atau Antam Rp1,9 juta per gram jika inflasi AS terkendali dan dolar menguat, tapi ini peluang akumulasi jangka panjang.
Skenario Sideways: Stabil di US$3.700–3.900 per ons menunggu katalis baru seperti data inflasi atau keputusan moneter.
Harga emas spot terkini pada 27 November 2025 berada di US$4.162,88 per ons, naik 5,33% dalam sebulan terakhir, dengan support kunci di US$3.800–3.900 dan resistance US$4.000.
Investor disarankan terapkan strategi Dollar Cost Averaging untuk mengantisipasi volatilitas.
Sumber : indodax











