Membaca Pikiran Anda

John Herdman: Fokus pada Bakat dan Potensi Timnas Indonesia

Berita Jurnalkitaplus — Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pernyataan tegas terkait pendekatannya dalam membangun kekuatan skuad Merah-Putih. Herdman menegaskan bahwa ia tidak melihat paspor atau kewarganegaraan pemain sebagai ukuran utama dalam menilai kemampuan timnas, melainkan bakat, karakter, dan potensi yang dimiliki setiap individu pemain.

Di hadapan pengurus PSSI dan sejumlah wartawan pada sesi perkenalan di Hotel Mulia Jakarta, Selasa 13 Januari. Herdman, yang resmi ditunjuk oleh PSSI untuk menangani tim senior dan U-23 Indonesia, menyampaikan bahwa fokusnya adalah menggali, merawat, dan memaksimalkan talenta sepak bola Indonesia tanpa terikat pada label kewarganegaraan atau status naturalisasi.

Pernyataan ini muncul di tengah perbincangan publik soal rumor keterlibatan pemain berdarah ganda.

Pelatih asal Inggris itu juga menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk memaksakan gaya bermain atau budaya luar, melainkan meresapi DNA sepak bola Indonesia serta menghormati karakter lokal untuk menciptakan identitas tim yang kuat.

Herdman memandang bahwa kekuatan tim nasional akan tumbuh dari kemampuan para pemain menggabungkan talenta lokal dengan disiplin dan strategi modern. Menurutnya Timnas Indonesia saat ini sudah on the track, timnya telah terbentuk, ada program dan memiliki basis fans yang luar biasa besar yang memotivasi tim untuk lebih baik lagi.

Pertama yang akan dilakukan adalah mendengarkan kebutuhan tim, mengevaluasi program apa yang menyebabkan kegagalan yang hanya tinggal selangkah lagi menuju cita cita ke piala dunia. Dirinya ingin membersamai PSSI menjadi bagian dalam sejarah Timnas Indonesia bisa tampil di Piala Dunia

Respons Herdman ini sekaligus meredam berbagai spekulasi yang sempat beredar di media sosial dan platform daring, termasuk isu mengenai pemain naturalisasi dan paspor ganda yang kini tengah ramai dibahas oleh sejumlah pengamat sepak bola. Herdman menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada evaluasi performa di lapangan, bukan pada dokumen administratif.

Kedatangan Herdman disambut dengan harapan besar oleh publik dan PSSI. Sebelumnya Herdman disebut telah mempelajari kekuatan skuad Indonesia dan melihat potensi tim untuk bersaing di ajang besar di level Asia dan internasional.

Dengan filosofi kepelatihan yang menekankan pada pengembangan individu dan tim secara holistik, Herdman kini menghadapi tantangan besar membentuk identitas baru bagi Timnas Indonesia menjelang kompetisi besar di tahun 2026. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *