Membaca Pikiran Anda

Diplomasi Piring Makan: Ambisi Prabowo Menyalip Raksasa Global dari Davos

​Berita Jurnalkitaplus – Di hadapan para pemimpin ekonomi dunia di World Economic Forum (WEF), Presiden Prabowo Subianto membawa narasi yang tidak biasa: sebuah kompetisi skala produksi antara negara dan korporasi multinasional. Bukan soal produksi minyak atau semikonduktor, melainkan soal piring makan.

​Dalam pidatonya yang lugas, Prabowo memamerkan progres program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia klaim akan segera mengalahkan skala distribusi McDonald’s, sang raksasa fast-food dunia. Dengan angka 59,8 juta porsi per hari yang sudah tercapai, Indonesia hanya butuh selangkah lagi untuk melewati rekor 68 juta porsi harian milik perusahaan berlogo busur emas tersebut.

​Langkah ini bukan sekadar pamer angka. Ini adalah bentuk “diplomasi piring makan” yang ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius dalam melakukan investasi sumber daya manusia secara radikal. Pesan yang ingin disampaikan Prabowo sangat jelas: jika sebuah perusahaan swasta butuh waktu lebih dari lima dekade untuk memberi makan puluhan juta orang, Indonesia di bawah kepemimpinannya bertekad melakukannya dalam waktu kurang dari dua tahun.

​Namun, di balik optimisme yang meluap di Swiss tersebut, tantangan besar menanti di tanah air. Menyalip McDonald’s dalam hal jumlah porsi mungkin adalah target kuantitatif yang bisa dicapai dengan anggaran besar (mencapai Rp335 triliun pada 2026). Namun, ujian sesungguhnya bukan pada seberapa banyak piring yang disajikan, melainkan pada ketepatan sasaran, keberlanjutan gizi, dan transparansi pengelolaan di lapangan.

​Prabowo telah memasang standar yang sangat tinggi di panggung internasional. Kini, mata dunia akan melihat apakah “dapur raksasa” Indonesia ini benar-benar mampu menjadi mesin pertumbuhan manusia yang sehat, atau sekadar proyek ambisius dengan logistik yang rumit. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya akan mengalahkan McDonald’s dalam angka, tetapi juga dalam menciptakan standar baru kesejahteraan sosial di tingkat global. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *