Membaca Pikiran Anda

GEOPOLITIK: Bayang-bayang ‘Invasi Kedua’, Dokumen Rahasia Ungkap Ketakutan Terpendam Militer Vietnam terhadap AS

HANOI – Di balik kemesraan diplomatik dan penguatan kerja sama ekonomi yang dipamerkan di panggung dunia, sebuah tabir gelap dari dapur pertahanan Vietnam mendadak tersingkap. Sebuah dokumen militer internal yang bocor mengungkap bahwa Hanoi ternyata diam-diam tengah mempersiapkan skenario terburuk: konfrontasi militer berskala besar dengan Amerika Serikat.

​Laporan bertajuk “Rencana Invasi AS ke-2” yang disusun oleh Angkatan Laut di bawah Kementerian Pertahanan Vietnam pada Agustus 2024, menjadi bukti sahih bahwa memori Perang Vietnam belum sepenuhnya lekang oleh waktu. Dokumen tersebut memberikan gambaran kontras terhadap retorika “Kemitraan Strategis Komprehensif” yang selama ini diagung-agungkan kedua negara.

AS Sebagai ‘Kekuatan Agresif’

​Dalam dokumen setebal puluhan halaman tersebut, militer Vietnam mengklasifikasikan Amerika Serikat sebagai kekuatan “agresif” yang berpotensi melakukan intervensi jika kepentingan globalnya terganggu. Hanoi tampaknya sangat mewaspadai strategi Washington yang kerap menggunakan dalih promosi demokrasi dan hak asasi manusia untuk merongrong kedaulatan negara lain.

​Skenario yang paling dikhawatirkan adalah jika Vietnam menolak untuk sepenuhnya memihak AS dalam upaya membendung (containment) pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik. Dokumen itu merinci bagaimana aset-aset militer AS di kawasan—mulai dari kapal induk hingga pangkalan udara—dianalisis sebagai ancaman nyata yang siap mengepung Vietnam kapan saja.

Ketakutan akan Perang Non-Konvensional hingga Nuklir

​Bocoran ini bukan sekadar analisis rutin. Militer Vietnam bahkan melangkah lebih jauh dengan menyusun strategi menghadapi peperangan non-konvensional hingga kemungkinan penggunaan senjata biokimia dan nuklir taktis oleh pihak lawan jika intervensi awal gagal.

​”Ini bukan pandangan kelompok paranoid di pinggiran, melainkan kekhawatiran yang meluas dan terkonsensus di dalam pemerintahan,” ungkap Ben Swanton, Direktur The 88 Project, organisasi yang merilis laporan tersebut.

Dilema di Tengah Rivalitas Raksasa

​Secara geopolitik, Vietnam kini berada di posisi yang sangat sulit. Di satu sisi, China adalah mitra dagang terbesar mereka. Di sisi lain, AS adalah pasar ekspor utama yang krusial bagi ekonomi Hanoi.

​Namun, bagi para petinggi militer di Hanoi, ketergantungan ekonomi tidak serta merta menghapus kecurigaan ideologis. Mereka melihat sejarah intervensi AS di berbagai belahan dunia sebagai peringatan bahwa kedaulatan mereka bisa terancam jika tidak sejalan dengan “orbit” Washington.

Respons Washington

​Menanggapi bocoran ini, Departemen Luar Negeri AS bersikap diplomatis. Washington menegaskan komitmennya untuk menghormati sistem politik Vietnam dan mengklaim bahwa “Vietnam yang kuat dan mandiri adalah keuntungan bagi stabilitas Indo-Pasifik.”

​Namun, bagi para analis, bocoran ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik jabat tangan hangat para diplomat, terdapat mesin perang yang selalu bersiap untuk skenario paling berdarah. Pertanyaannya kini, sejauh mana kepercayaan antara kedua bekas musuh bebuyutan ini benar-benar telah pulih, ataukah mereka hanya sedang memainkan sandiwara di tengah ketegangan global yang kian memanas? (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *