Membaca Pikiran Anda

Fenomena Langka: Kawanan Puluhan Dugong dan Paus Orca Muncul di Perairan Maluku

AMBON – Masyarakat Maluku baru-baru ini dikejutkan oleh fenomena alam yang luar biasa dan jarang terjadi. Puluhan mamalia laut dilindungi, mulai dari kawanan Dugong hingga Paus Orca (Paus Pembunuh), terpantau muncul di permukaan perairan Maluku dalam waktu yang hampir bersamaan.

​Kemunculan hewan-hewan eksotis ini tertangkap kamera warga dan para peneliti, yang kemudian menjadi viral di media sosial. Fenomena ini menarik perhatian besar dari para ahli kelautan dan pecinta lingkungan karena skalanya yang tidak biasa.

Dugong dalam Jumlah Besar

​Biasanya, Dugong atau duyung ditemukan secara soliter atau dalam kelompok kecil yang terdiri dari 2-3 ekor. Namun, dalam pengamatan terbaru, terlihat puluhan ekor Dugong berenang bersama di dekat garis pantai. Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem lamun (makanan utama Dugong) di wilayah Maluku masih dalam kondisi yang sangat baik dan terjaga.

Kehadiran Paus Orca (Si Predator Puncak)

​Selain Dugong, kemunculan Paus Orca juga menjadi sorotan utama. Paus Orca sebenarnya memiliki jalur migrasi yang sangat luas melintasi samudra, namun penampakan mereka di perairan tropis Indonesia, khususnya Maluku, selalu menjadi peristiwa istimewa. Paus-paus ini terlihat berenang dengan tenang, menunjukkan bahwa perairan Maluku merupakan jalur migrasi penting atau tempat mencari makan yang kaya akan nutrisi.

Tanggapan Ahli dan Otoritas

​Pihak Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) mengimbau masyarakat dan nelayan setempat untuk tidak mengganggu keberadaan hewan-hewan tersebut.

​”Ini adalah bukti kekayaan hayati laut Maluku. Kami meminta masyarakat untuk menjaga jarak, tidak mengejar dengan kapal motor yang bising, apalagi mencoba menyentuh atau menangkapnya,” ujar perwakilan otoritas kelautan setempat.

Pesan Penting untuk Ekosistem

​Para ahli menduga fenomena ini berkaitan dengan kondisi suhu air laut dan kelimpahan sumber makanan di perairan Maluku saat ini. Munculnya predator puncak seperti Orca dan herbivora besar seperti Dugong menunjukkan rantai makanan di kawasan tersebut masih berfungsi dengan baik.

​Fenomena ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut dari sampah plastik dan limbah, agar Maluku tetap menjadi rumah yang aman bagi biota laut langka dunia. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *