Berita Jurnalkitaplus – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan respons positif terhadap usulan pengangkatan guru madrasah swasta menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa tes bagi yang senior. Respons ini disampaikan saat kunjungan ke Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, pada Jumat (6/2/2026), menjawab permintaan Pengasuh Ponpes, Gus Yusuf. Ia berterima kasih atas dukungan Presiden Prabowo Subianto dan DPR, meski pengangkatan tidak bisa sekaligus karena jumlah guru non-PNS mencapai hampir 800.000 orang.
Gus Yusuf mendesak Kemenag membuat Peraturan Menteri (PMA) untuk PPPK guru madrasah swasta yang lama mengabdi, kesetaraan dengan guru sekolah swasta Kemendikbudristek, serta percepatan sertifikasi dan inpassing tanpa PPG bagi pemilik NUPTK terdaftar di Simpatika/EMIS. Nasaruddin menegaskan Kemenag terus berjuang walau terkendala anggaran, dengan pengangkatan dicicil bertahap dan kuota PPG naik 700 persen. Ia menambahkan, Presiden ingin hilangkan dikotomi antara pesantren dan sekolah negeri.
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin juga komitmen memperjuangkan hal serupa saat audiensi dengan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) pada 5/2/2026, fokus sertifikasi bagi 497.893 guru belum tersertifikasi dari total 1,157 juta guru binaan. Upaya ini bagian dari peningkatan kesejahteraan guru madrasah swasta di tengah tantangan fiskal. (FG12)










