Membaca Pikiran Anda

Israel Tolak Iuran Board of Peace, Kemenlu RI : Hanya Administratif

Berita Jurnalkitaplus – Israel secara tegas menolak membayar iuran ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza senilai sekitar US$1 miliar untuk rekonstruksi wilayah tersebut. Penolakan ini disampaikan Menteri Ze’ev Elkin pada 22 Februari 2026, dengan alasan Israel menjadi korban serangan terlebih dahulu, sementara AS menyetujui pembebasan tersebut untuk redakan tekanan politik pada PM Netanyahu.

BoP sendiri dibentuk atas prakarsa Presiden Donald Trump dengan pertemuan perdana pada 19 Februari 2026 di markas United States Institute of Peace.

Di sisi lain Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan polemik iuran ini bersifat administratif dan tidak boleh menghambat mandat utama BoP, yaitu perlindungan warga sipil Gaza serta rekonstruksi pasca-konflik. Juru Bicara Yvonne Mewengkang pada 27 Februari 2026 menyatakan, “Dinamika administratif itu setidaknya jangan sampai menghambat mandat BoP.”

Indonesia sendiri bergabung tanpa kewajiban iuran finansial, fokus kirim 8.000 personel ke International Stabilization Force (ISF) sebagai wakil komandan bersama Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.

Meski Israel ogah bayar, komitmen negara lain tetap kuat dengan kontribusi AS US$10 miliar, Qatar-UEA-Arab Saudi US$7 miliar, Jepang galang dana US$2 miliar via PBB, serta FIFA US$75 juta. Indonesia tekankan partisipasi strategis demi stabilitas Gaza, prioritaskan bantuan kemanusiaan di atas isu finansial. Fokus BoP kini beralih ke aksi nyata rekonstruksi, bukan hambatan administratif. (FG12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *