Membaca Pikiran Anda

Timnas PMPAI Gelar Wisuda Nasional Guru Ngaji Indonesia Metodologi Iqro

Jakarta-JKP| Tim Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Al-Qur’an Indonesia (Timnas PMPAI) menggelar wisuda nasional guru ngaji Indonesia Metodologi Iqro sebanyak 430 orang, Sabtu 02/05/2026 bertempat di Aula Mesjid Istiqlal Jakarta. Turut hadir dalam event nasional tersebut di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia Prof.Dr.Nasarudin Umar, wakil menteri ketenaga kerjaan RI Dr.Ir.H.Afriansyah Noor, M.Si.,IPU, Ketua Komisi 8 DPR RI H.Marwan Dasopang, M.Si., Ketua BNSP Syamsi Hari,SE.,MM., Founder Masjid Sejuta Pemuda Anggi Firmansyah, perwakilan BRI dan sejumlah pengusaha serta para donatur.

Dalam sambutannya ketua Tim nasional PMPAI Drs.KH.Mustafa Kamal mengatakan, para guru ngaji yang hadir dalam acara wisuda ini datang dari berbagai pelosok, mereka tidak hanya mengajar, namun berkontribusi bagi negeri tercinta ini dengan membina anak-anak generasi kita mengenal agama nya, mengenal aqidah dan kitabnya. Untuk itu kami mengapresiasi mereka melalui wasilah wisuda ini, sebagai kompetensi mereka sehingga layak di berikan sertifikat profesi. “Maka kami menggandeng BNSP (Badan Nasional Standarisasi Profesi) agar bisa menerbitkan sertifikat profesi bagi para guru ngaji.”pungkasnya.

Kemudian ketua Tim menjelaskan bahwa wisuda ini digelar sebagai bagian dari program PMPAI yaitu program Gerakan Memulyakan Guru Ngaji, diakhir sambutannya beliau menyampaikan yel-yel dengan penuh semangat, Dengan Qur’an ?? Kita Menang, Dengan Qur’an?? Kita Kaya, NKRI ?? Jaya Abadi, disambut gemuruh takbir oleh peserta wisuda nasional guru ngaji Indonesia.

Selanjutnya Menteri Agama Republik Indonesia Nasarudin Umar memberikan arahan kepada para wisudawan wisudawati nasional guru ngaji Indonesia, mengutip dari hadist nabi bahwa, “sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar, memahami kemudian mengajarkan Al-Qur’an”, jelasnya.
Disela-sela kesibukan dan padatnya jadwal beliau sebagai menteri agama memprioritaskan hadir dalam forum wisuda nasional guru ngaji ini.
Kemudian dalam arahannya menteri agama merasa merinding dengan tema wisuda kali ini yang bertajuk Menjaga Kalam Menerangi Zaman, yang bermakna bahwa Al-Qur’an memiliki dua Dimensi pertama sebagai Kalamullah kedua sebagai Kitabullah.
Kalamullah adanya diatas ‘Arasy, hanya bisa di pahami oleh orang-orang yang bertaqwa, maka bersyukurlah jika ditakdirkan menjadi sahabat Qur’an atau orang-orang yang menjaga Kalam ini, dan Kitabullah adanya di Bumi, bisa difahami oleh orang-orang yang bersih lahir dan Bathin, wajahnya bersih tidak ada kesombongan.

Berdasarkan data kementerian Agama Republik Indonesia terdapat 60% anak-anak Indonesia masih buta huruf Al-Qur’an, maka tugas para wisudawan inilah harapan nantinya.
Diakhir arahannya imam besar masjid Istiqlal ini berpesan kepada peserta wisuda, “Jangan pernah bosan, Jangan pernah dendam kepada orang-orang yang memfitnah dan menghambat kita, jalan terus,” tandasnya. Dalam setiap perjuangan mengangkat kalimah Allah ini, pasti banyak rintangan, hambatan yang akan menghalangi kita, namun belum seberapa dibandingkan dengan perjuangan nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Di tempat yang sama Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI memaparkan sambutannya, bahwa para guru ngaji turut berkontribusi bagi negeri ini, harus di apresiasi bahkan jika perlu para guru ngaji ini, berhak mendapat layanan BPJS, nantinya “kami usulkan kepada ketua komisi 8 DPRRI, agar diberikan layanan BPJS bagi para guru Guru ngaji” tegasnya. Selain itu harapan Wamen Ketenagakerjaan guru2 ngaji diberikan apresiasi khusus dengan memberikan sertifikat profesi khusus, tujuannya agar terjamin kesejahteraan nya.

Dengan sertifikat profesi khusus ini juga dalam rangka meningkatkan kompetensi pedagogik, Profesionalisme, kompetensi sosial, metodologi mengajar bagi para guru ngaji Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan/Achievment yang berdedikasi tanpa batas seorang guru ngaji dari pelosok Cianjur Azhar Mubasyir.
Sebagai puncak acara inti prosesi wisuda penyerahan serifikat guru ngaji sebanyak 430 wisudawan wisudawati. Data timnas PMPAI menyebutkan masih ada 928 guru ngaji se-Indonesia yang harus diperjuangkan profesinya.

Setelah itu pembacaan SK Wisuda Nasional Metodologi Iqro oleh Muhammad Ferdiansyah dan pembacaan ikrar guru ngaji dipimpin dari perwakilan peserta wisuda, ditutup dengan sesi photo bersama dewan kehormatan timnas PMPAI dengan peserta wisuda nasional guru ngaji Indonesia Metodologi Iqro.| DI-018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *