Berita Jurnalkitaplus – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) selama satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan swasta. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional yang melonjak akibat dampak ketegangan geopolitik dan perang global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa regulasi mengenai kebijakan WFH satu hari sepekan ini ditargetkan rampung dan ditetapkan pada bulan ini. Menurutnya, koordinasi lintas kementerian terus dilakukan untuk memastikan aturan ini dapat segera diimplementasikan secara efektif.
“Kebijakan WFH satu hari dalam seminggu akan ditetapkan bulan ini. Saat ini kami sedang menyelaraskan teknis pelaksanaannya agar tetap menjaga produktivitas namun efektif dalam menekan penggunaan energi,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Sektor Pengecualian Meski akan diberlakukan secara luas, pemerintah memberikan catatan khusus bagi sektor-sektor strategis. Sektor yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik, logistik, kesehatan, keamanan, dan industri manufaktur berpotensi besar dikecualikan dari skema WFH ini. Hal ini dilakukan agar roda ekonomi dan layanan dasar masyarakat tidak terganggu.
Kajian saat ini difokuskan pada pemilahan jabatan atau jenis pekerjaan yang memungkinkan untuk dikerjakan secara jarak jauh tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Respons Pemerintah Daerah Menanggapi rencana pusat, sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) mulai bergerak cepat menyiapkan skema serupa. Beberapa daerah bahkan telah menyusun draf instruksi kepala daerah untuk mengatur jadwal WFH bagi pegawainya.
Dorongan dari daerah ini dipicu oleh kekhawatiran atas beban APBD terhadap belanja BBM kendaraan dinas serta upaya membantu masyarakat mengurangi pengeluaran transportasi di tengah kenaikan harga energi global akibat perang yang berkepanjangan.
Latar Belakang Kebijakan Wacana ini muncul seiring dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Perang yang terjadi di beberapa kawasan telah mengganggu rantai pasok energi dunia, yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah.
Dengan penerapan WFH satu hari sepekan, pemerintah berharap terjadi penurunan mobilitas masyarakat secara signifikan yang secara otomatis akan mengurangi volume konsumsi BBM harian, sekaligus menjadi solusi jangka pendek dalam menjaga stabilitas ketahanan energi nasional. | FG12











