Batujajar, Berita Jurnalkitaplus — Warisan budaya leluhur Sunda kembali hidup dalam balutan kebersamaan dan nuansa religius melalui pelaksanaan tradisi ngupati atau selamatan kehamilan usia 4 bulan yang digelar di kediaman Partino, RT 05 RW 12 Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Ahad (19/4/2026).
Acara ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kehamilan yang tengah dijalani Atin Uswatun Hasanah, istri dari Rijwan Hidayat. Kegiatan berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB dan dihadiri sekitar 105 orang, yang didominasi oleh ibu-ibu dari lingkungan setempat, komunitas pengajian RW 12, grup qosidah, serta keluarga dan kerabat.
Suasana khidmat terasa sejak awal acara yang dibuka dengan doa bersama, dipimpin oleh Ustadz Beno dan Ustadz Ayi dari Galanggang. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, di antaranya Surat Luqman, Yusuf, Yasin, dan Al-Waqi’ah, kemudian ditutup dengan tahlil bersama sebagai bentuk pengharapan akan keselamatan dan keberkahan.
Dalam perspektif keagamaan, usia kehamilan empat bulan (±120 hari) diyakini sebagai fase penting dalam perkembangan janin. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa pada fase tersebut malaikat diutus untuk meniupkan ruh ke dalam janin serta menetapkan empat perkara penting dalam kehidupan manusia, yaitu rezeki, ajal, amal, dan nasib.
Selain sarat nilai religius, tradisi ngupati juga kental dengan simbol budaya. Persiapan acara diawali dengan penyediaan tujuh jenis bahan makanan berbasis umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar (hui), kacang tanah ( suuk), Ganyong ,irut. Disajikan pula rujak dengan beragam bahan alami seperti nanas, bengkuang, ubi kayu, mangga muda, hingga delima,jambu , kedongdong, serta aneka makanan rebusan.
Umbi-umbian dalam tradisi ini mengandung makna filosofis yang mendalam. Tumbuhan yang berkembang di dalam tanah tersebut melambangkan kesuburan dan kehidupan, sekaligus mencerminkan kesederhanaan serta keberkahan. Filosofi ini menjadi doa agar janin yang dikandung tumbuh kuat, sehat, dan kokoh seperti akar yang menghujam dalam tanah, serta kelak membawa kebaikan bagi keluarga dan lingkungan.
Lebih dari sekadar ritual, tradisi ngupati menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Kehadiran warga, keluarga, serta tokoh agama dalam satu ruang yang sama mencerminkan harmoni antara budaya, agama, dan kehidupan sosial yang masih terjaga dengan baik di lingkungan masyarakat Sunda.
Melalui pelaksanaan tradisi ini, nilai-nilai luhur warisan nenek moyang tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya yang sarat makna dan spiritualitas. | PTN-41











