Konflik bersenjata di Sudan memasuki fase baru setelah dilaporkan terjadinya pertempuran udara antara dua drone tempur canggih untuk pertama kalinya di dunia. Militer Sudan (SAF) merilis rekaman yang menunjukkan drone Bayraktar Akıncı miliknya berhasil menembak jatuh drone sejenis yang diduga dioperasikan oleh kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
Insiden ini menandai perubahan signifikan dalam dinamika perang, di mana kedua pihak kini menggunakan teknologi militer yang sama. Situasi ini menjadikan Sudan sebagai medan uji coba baru bagi perang drone modern, sekaligus memperlihatkan meningkatnya kompleksitas konflik yang telah berlangsung sejak April 2023.
Dimensi Perang Proksi Menguat
Keterlibatan kekuatan asing semakin memperjelas bahwa konflik Sudan bukan sekadar perang domestik. Turki dan Mesir dilaporkan mendukung SAF dengan penyediaan drone Bayraktar, bahkan disebut beroperasi dari pangkalan rahasia di wilayah gurun Mesir. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) dituding mendukung RSF dengan memasok drone, meski tuduhan ini dibantah keras oleh pihak UEA.
Pemerintah Sudan juga menuduh UEA dan Ethiopia terlibat dalam serangan drone terhadap Bandara Internasional Khartoum. Ketegangan diplomatik pun meningkat, ditandai dengan penarikan duta besar Sudan dari Addis Ababa.
Sumber Dana dan Perdagangan Senjata Ilegal
Di balik pertempuran bersenjata, konflik ini turut ditopang oleh aktivitas ekonomi ilegal, terutama perdagangan emas. Sumber daya ini menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi kedua pihak untuk membeli senjata.
Laporan terbaru juga mengungkap adanya skema penyelundupan senjata senilai 13 juta dolar AS yang melibatkan pengiriman senjata seperti senapan serbu, senapan mesin, dan granat yang disamarkan sebagai bantuan kemanusiaan.
Dampak Kemanusiaan dan Eskalasi Teknologi
Sejak pecahnya konflik, lebih dari 1.000 serangan udara telah tercatat dan menewaskan ribuan warga sipil. Penggunaan drone dalam skala besar tidak hanya meningkatkan daya hancur, tetapi juga memperluas jangkauan pertempuran hingga ke wilayah sipil.
Pertempuran drone melawan drone ini menjadi simbol eskalasi baru dalam konflik Sudan—di mana teknologi, kepentingan global, dan sumber daya alam saling bertaut, sementara upaya perdamaian internasional masih belum menunjukkan hasil signifikan. | FG12











