Membaca Pikiran Anda

Kemenkes Uji Lab Minuman Pinggir Jalan: Secangkir Kopi Susu Keliling Lewati Batas Gula Harian!

Berita Jurnalkitaplus – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mulai mengambil langkah tegas dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya konsumsi gula berlebih pada minuman cepat saji. Tidak lagi menyasar produk kemasan pabrik, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turun langsung membeli berbagai minuman kekinian di pinggir jalan untuk diuji kadarnya di laboratorium terakreditasi di Bogor, seperti diunggah dalam youtube andalan tv.

Langkah ini diambil menyusul peluncuran sistem penandaan tingkat kemanisan pangan olahan atau Nutri-Level. Fokus Kemenkes kini bergeser ke minuman siap saji yang dijual bebas di jalanan, mengingat jenis minuman ini belum pernah diperiksa secara masif sebelumnya.

Hasil uji laboratorium terhadap beberapa sampel minuman populer cukup mengejutkan dan memperlihatkan tingginya risiko diabetes tersembunyi di balik segarnya minuman murah meriah.

Es Teh Kemasan 600 ml: Masuk Kategori Nutri-Level C

Sampel pertama yang diuji adalah es teh cup berukuran 600 ml yang biasa dijual dengan harga Rp5.000-an. Berdasarkan hasil lab, es teh tersebut memiliki kadar gula 5 gram per 100 ml.

Sekilas angka ini terlihat kecil, namun jika dikalikan dengan volume total satu porsi (600 ml), maka segelas es teh tersebut mengandung 30 gram gula total. Berdasarkan standarisasi baru, minuman ini otomatis masuk ke dalam kategori Nutri-Level C. Sebagai catatan, batas aman konsumsi gula harian yang direkomendasikan adalah 50 gram.

Kopi Susu Keliling: Satu Gelas Langsung Lewati Batas Seharian

Temuan yang lebih mengkhawatirkan muncul dari sampel kopi susu yang kerap dijajakan oleh gerobak sepeda keliling (starling). Minuman yang sangat digemari pekerja dan masyarakat ini diuji dari kemasan berukuran 600 ml.

Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar gula mencapai 9 gram per 100 ml. Jika ditotal dalam satu cup penuh, satu porsi kopi susu keliling ini mengandung 54 gram gula. Angka ini terbukti telah melewati batas maksimal konsumsi gula harian bagi orang dewasa hanya dalam satu kali konsumsi.

Es Cendol: “Es Gula yang Dikasih Cendol”

Kadar kemanisan paling tinggi ditemukan pada minuman tradisional es cendol. Meski porsi yang diuji lebih kecil—sekitar 400 ml—kandungan gulanya sangat pekat, yakni mencapai 12 gram per 100 ml.
Artinya, dalam satu porsi es cendol terdapat sekitar 48 gram gula, hampir menyentuh batas maksimal harian. Tingginya angka ini membuat Menkes berseloroh mengenai kondisi minuman tersebut.

“Bayangin, ini sebenarnya adalah es gula yang dikasih cendol,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Pentingnya Penerapan Nutri-Level

Menkes menegaskan bahwa edukasi langsung dan penerapan Nutri-Level pada produk minuman cepat saji sangat krusial. Sistem ini dihadirkan agar masyarakat konsumen memiliki panduan yang jelas dan tidak lagi meraba-raba atau menebak seberapa besar kandungan gula yang masuk ke dalam tubuh mereka.

Dengan adanya transparansi informasi kadar gula ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dan membatasi konsumsi minuman manis demi mencegah lonjakan kasus diabetes dan penyakit metabolik lainnya di Indonesia. | FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *