Berita Jurnalkitaplus – Polemik foto Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang terlihat menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung terus bergulir. Kali ini, perhatian tertuju pada klarifikasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut prosesi tersebut sebagai bagian dari tradisi adat, namun pernyataan itu kembali mendapat sorotan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan> (PDIP).
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menjelaskan bahwa tindakan menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari ritual adat Pepadun di Lampung. Berdasarkan penjelasan para tetua adat, simbol tersebut dimaknai sebagai penghormatan kepada penerima gelar sekaligus perlambang menanggalkan sifat-sifat kebinatangan dalam diri manusia. PSI menilai polemik yang berkembang muncul akibat kesalahpahaman terhadap makna budaya lokal.
Namun, politikus PDIP Mohamad Guntur Romli tetap mengkritisi momen tersebut. Ia menilai viralnya foto itu tidak bisa dilepaskan dari konteks politik, terlebih setelah Jokowi dalam beberapa kesempatan menyampaikan target besar bagi PSI menuju Pemilu 2029. Menurut Guntur, simbol yang muncul dalam prosesi tersebut memunculkan tafsir politik di ruang publik, meski PSI menegaskan bahwa ritual itu murni merupakan bagian dari adat Lampung.
Perdebatan pun melebar menjadi adu argumentasi antara elite kedua partai. PSI meminta semua pihak menghormati tradisi masyarakat adat dan tidak mempolitisasi prosesi budaya, sementara PDIP berpandangan bahwa simbol-simbol yang tampil di ruang publik tetap dapat memunculkan persepsi politik yang beragam. | FG12











