Membaca Pikiran Anda
Event, News  

Silaturahim LP2 Mahardhika Putri di Sumedang Pererat Ukhuwah dan Berdaya Bersama

Sementara itu Ketua LP2 dari Bogor, Lia, menekankan pentingnya menjaga ukhuwah antaranggota. Ia mengingatkan bahwa kekuatan komunitas terletak pada kemampuan anggotanya untuk saling menjaga, menguatkan, dan tetap terhubung dalam kebersamaan.

Perwakilan Reksa Mahardhika Utama Nana Supriatna mengajak para peserta untuk menjalani kehidupan dengan kebahagiaan yang dilandasi keimanan. Ia mengulas kandungan QS At-Taubah ayat 112 yang menggambarkan ciri-ciri orang beriman: bertaubat, beribadah, memuji Allah, serta menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman membentuk pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana hangat terasa ketika Sularno mengingatkan pentingnya menjaga hati dan tidak saling menyakiti, sekaligus menegaskan bahwa silaturahmi merupakan jembatan untuk mempererat kekeluargaan.

Pembina Reksa Mahardhika Utama, Lukman Nulmunir, menyampaikan sambutan dengan menyapa perwakilan wilayah Jawa Barat Selatan yang hadir. Wilayah tersebut meliputi Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Timur, Yamughni, Garut, Tasikmalaya, Garut Selatan, Garut Utara, Sukabumi, Sukabumi Utara, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bogor, hingga Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota merupakan bagian dari estafet perjuangan yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perempuan diharapkan dapat mengambil peran aktif sebagai penopang kehidupan sosial yang berdaya dan berkelanjutan.

Pada sesi kajian, Oban Sobandi mengajak peserta untuk mendalami makna tiga surah penting dalam Al-Qur’an, yakni Ar-Rahman, Al-Fatihah, dan An-Nas. Ia mengingatkan bahwa Ar-Rahman menjadi pengingat atas limpahan nikmat Allah yang kerap terabaikan, sementara Al-Fatihah merupakan inti ajaran yang memuat pujian, penghambaan, dan permohonan petunjuk. Adapun An-Nas mengajarkan pentingnya berlindung kepada Allah dari segala bentuk keburukan, termasuk godaan yang mempengaruhi hati dan pikiran.

Lebih jauh, ia memaparkan tiga konsep utama dalam tauhid, yakni rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah. Ketiganya menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pemilik, dan tujuan penghambaan manusia. Ia juga menekankan pentingnya mendengarkan Al-Qur’an dengan penuh perhatian sebagai jalan untuk memperoleh hidayah dan menguatkan keimanan.

Ugas Yulianto mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui kapan ajal akan tiba. Setiap individu diharapkan tidak lengah dalam menjalani kehidupan, tetap berpegang pada arahan kebaikan, serta menjaga shalat sebagai fondasi utama keimanan.

Muchtar Fatwa menyoroti makna halal bihalal sebagai momentum kembali kepada fitrah melalui saling memaafkan. Ia juga mengaitkan pertemuan ini dengan refleksi bulan April yang kerap dimaknai sebagai momentum perempuan. Dalam pandangannya, perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam ranah domestik tetapi juga dalam pembangunan masyarakat. Dukungan terhadap keluarga, termasuk kepada suami, menjadi bagian dari kontribusi yang membangun keharmonisan.

Ia juga menyinggung sosok Hypatia sebagai gambaran perempuan yang berilmu dan berpikir mendalam. Hal ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam bidang intelektual, sekaligus mampu berkontribusi dalam perkembangan pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan. Perjalanan Hypatia dapat disimak di Majalah Jurnalkitaplus edisi April 2026.

Menjelang akhir acara, suasana semakin hangat dengan pembagian doorprize. Peserta dipanggil berdasarkan nomor undian, disertai momen bersalaman dan foto bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *