Berita Jurnalkitaplus – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendarat di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (24/4/2026) malam untuk menghadiri putaran kedua perundingan perdamaian dengan Amerika Serikat, meskipun pihaknya menolak bertemu langsung dengan perwakilan AS.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Iran ke Pakistan, Oman, dan Rusia guna mengoordinasikan upaya bilateral mengakhiri konflik yang meletus pada 28 Februari 2026. Araghchi dijadwalkan bertemu Menlu Pakistan Ishaq Dar di Hotel Serena, lokasi negosiasi pertama pada pertengahan April lalu, di mana Iran hanya akan menyampaikan pandangan melalui perantara Pakistan.
Pemerintah AS menunjukkan optimisme tinggi terhadap kemajuan pembicaraan. Presiden Donald Trump mengklaim Iran siap memenuhi tuntutan utama AS dengan tawaran konkr et, sementara utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan tiba di Pakistan pagi ini (25/4). Sekretaris Gedih Putih Karoline Leavitt menyatakan keyakinan akan tercapainya kesepakatan, didukung pernyataan Menhan Pete Hegseth bahwa Iran memiliki peluang damai jika meninggalkan program nuklir secara terverifikasi.
Trump juga memperpanjang gencatan senjata sepihak dua pekan untuk memberi ruang negosiasi lebih lanjut.Konflik Iran-AS telah mengganggu lalu lintas Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga minyak dunia, dengan putaran kedua ini sempat tertunda dari jadwal 21 April karena kesiapan kedua pihak.
Meski Iran ogah berhadapan langsung, negosiasi tidak langsung via Pakistan dianggap jalur baru untuk meredakan ketegangan. Pakar internasional menilai keberhasilan tergantung komitmen verifikasi nuklir dan jaminan ekonomi dari AS.| FG12











