Membaca Pikiran Anda

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Momentum ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’ dan Peluncuran Gerakan Indonesia ASRI

BERITA JURNALKITAPLUS – Masyarakat dunia kembali memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Peringatan tahun ini menjadi panggilan global yang mendesak untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan bumi di tengah tantangan iklim yang semakin kompleks. Di bawah naungan Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP), kampanye tahun ini mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” dengan tagar utama #NowForClimate.

Baku, Azerbaijan Jadi Tuan Rumah Global Untuk peringatan tingkat global, kota Baku di Republik Azerbaijan terpilih sebagai tuan rumah perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Azerbaijan dipilih karena komitmen kuatnya dalam kebijakan pertumbuhan hijau, termasuk target pengurangan emisi karbon sebesar 40% pada tahun 2035 dan peningkatan penggunaan energi terbarukan hingga 30% pada tahun 2030. Kampanye di Azerbaijan akan menyoroti restorasi ekosistem, aksi iklim, dan inovasi energi bersih seperti proyek tenaga surya dan angin skala besar.

Tema Nasional Indonesia: Saatnya Bekerja untuk Iklim Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menetapkan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema ini dirancang untuk menghadapi Triple Planetary Crisis, yaitu tiga krisis utama yang saling berkaitan: perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan.

Sebagai aksi nyata, KLH/BPLH menjadwalkan peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada 6 Juni 2026. Gerakan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai ekologis sebagai gaya hidup masyarakat, mulai dari lingkup keluarga hingga ruang publik. Masyarakat diajak melakukan langkah sederhana namun berdampak, seperti mengurangi sampah, menghemat energi, dan menanam pohon.

Puncak Peringatan dan Inovasi Hijau Puncak peringatan HLH 2026 di Indonesia akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (BUPERTA) Cibubur, Jakarta Timur. Acara ini rencananya dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia yang akan memberikan arahan sekaligus memimpin aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen nasional terhadap mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, akan digelar pameran teknologi lingkungan terbesar, INVIROTECH 2026, pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Acara ini akan menjadi panggung bagi inovasi teknologi rendah karbon, ekonomi sirkular, dan penyerahan penghargaan tertinggi bidang lingkungan, Anugerah Kalpataru 2026.

Kontribusi Akademisi dan Korporasi Berbagai pihak turut ambil bagian dalam memeriahkan momentum ini. IPB University menggelar IPB Environment Day 2026 dengan aksi penanaman 3.000 pohon untuk memperkuat kolaborasi pelestarian lingkungan. Dari sektor swasta, PT Elnusa Petrofin memperluas program Hutan Petrofin dengan menanam 2.250 pohon secara serentak di 23 kota di Indonesia, yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 23,6 ton CO₂e.

Sekilas Sejarah Hari Lingkungan Hidup Peringatan ini memiliki sejarah panjang yang bermula dari Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia di Stockholm, Swedia, pada 5–16 Juni 1972. Konferensi tersebut menghasilkan Deklarasi Stockholm dan pembentukan UNEP. Setahun kemudian, pada 5 Juni 1973, Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali dirayakan dengan tema perdana “Only One Earth”. Hingga saat ini, momentum 5 Juni terus menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesadaran global demi perlindungan planet bumi. | FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *