Membaca Pikiran Anda

Pagi Ini Rupiah Kembali Mengalami Tekanan

Berita Jurnalkitaplus – Rupiah membuka perdagangan Jumat (22/5/2026) dengan melanjutkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), menempatkan mata uang Garuda kembali di zona merah. Dara Bloomberg menyebutkan rupiah di pasar spot dibuka dilevel Rp. 17.683 per dolar AS.

Sentimen global yang didorong oleh penguatan dolar pasca-data ekonomi AS yang kuat, serta aliran modal keluar dari aset berisiko, menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah pada sesi awal perdagangan.

Analis pasar menyatakan bahwa tekanan juga dipicu oleh ketidakpastian kebijakan moneter global dan kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang Indonesia. Di dalam negeri, permintaan impor yang tetap tinggi dan realisasi aliran investasi yang belum signifikan turut memperberat tekanan pada rupiah, meski bank sentral terus memantau kondisi likuiditas dan stabilitas pasar.

Pelaku pasar diharapkan mencermati rilis data makro domestik dan pernyataan pejabat moneter dalam beberapa hari ke depan yang berpotensi memberi arah bagi rupiah. Jika sentimen eksternal membaik dan aliran modal kembali stabil, rupiah berpeluang pulih; sebaliknya, penguatan dolar lebih lanjut dapat memperpanjang tekanan pada mata uang domestik. | FG12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *