Berita Jurnalkitaplus – Pemerintah melalui Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau pemerintah daerah untuk mengurangi kegiatan seremonial dalam proses pelepasan jemaah calon haji. Langkah ini dinilai penting guna menjaga kondisi fisik jemaah, terutama menjelang keberangkatan ke Tanah Suci yang membutuhkan stamina prima.
Dalam keterangannya, Dahnil menegaskan bahwa terlalu banyak acara seremoni justru berpotensi menguras energi jemaah. Ia meminta agar kegiatan pelepasan dibuat lebih sederhana dan efisien, sehingga jemaah tidak harus menunggu lama atau mengikuti rangkaian acara yang melelahkan.
Menurutnya, praktik seremonial yang berulang kerap terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari daerah hingga embarkasi. Kondisi ini dinilai berisiko, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia), kelompok berisiko tinggi (risti), serta penyandang disabilitas yang membutuhkan waktu istirahat lebih banyak sebelum menjalani ibadah haji.
Imbauan tersebut disampaikan seiring dimulainya operasional haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Pada fase awal ini, ratusan jemaah dari kloter pertama telah diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, menandai dimulainya rangkaian perjalanan ibadah haji tahun ini.
Pemerintah berharap, dengan pengurangan kegiatan seremonial yang tidak esensial, jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Hal ini dinilai krusial agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar dan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal. | FG12











