Berita Jurnalkitaplus – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) NASA/ESA/CSA berhasil mengungkap asal-usul buckyball, molekul karbon berbentuk bola sepak (C60), di nebula planet Tc 1 yang terletak lebih dari 10.000 tahun cahaya di rasi bintang Ara. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kimia kosmik di sekitar bintang yang sekarat.
Gambar Spektakuler dari JWST
Menggunakan instrumen Mid-Infrared Instrument (MIRI), JWST menghasilkan citra detail pertama yang menunjukkan buckyball terkonsentrasi di selimut tipis berbentuk bola mengelilingi bintang pusat. Nebula ini tampil dengan sinar halus, filamen berpijar, serta cangkang gas yang bergradasi dari biru (panas) hingga merah (dingin), termasuk fitur misterius berbentuk tanda tanya terbalik di pusat. Citra ini bukan hanya indah secara visual, tapi juga kaya data spektroskopi yang memetakan komposisi kimia, suhu, dan gerakan gas di nebula tersebut.
Sejarah dan Signifikansi Buckyball
Buckyball atau buckminsterfullerene pertama kali terdeteksi di ruang angkasa pada 2010 oleh tim Jan Cami menggunakan Spitzer Space Telescope di nebula Tc 1 yang sama. Penemuan ini memvalidasi prediksi Harry Kroto sejak 1985, yang memberinya Nobel Kimia 1996 bersama rekan-rekannya.
Nebula Tc 1 terbentuk ketika bintang mirip Matahari melepaskan lapisan luarnya, meninggalkan inti white dwarf yang memancarkan sinar ultraviolet. Sinar ini memicu gas bercahaya dan memungkinkan pembentukan molekul karbon kompleks seperti buckyball, yang mencerminkan kimia karbon kaya di lingkungan tersebut.
Dampak Ilmiah Jangka Panjang
Data dari program JWST GO-4706 ini sedang dianalisis untuk beberapa makalah ilmiah, membuka pemahaman lebih dalam tentang evolusi bintang pasca-utama dan pembentukan molekul organik kosmik. Molekul ini berpotensi terkait dengan asal-usul kehidupan di alam semesta.
Penelitian ini melibatkan astronom dari University of Western Ontario dan mitra internasional, menegaskan peran JWST sebagai alat utama dalam mengeksplorasi misteri kosmos. | FG12
Sumber space.com











