Membaca Pikiran Anda

Trisinergi Edamame: Strategi Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi Desa Cikarag

Setelah ditutup mulsa, media tanam dibiarkan antara 7-10 hari untuk optimalisasi menyebarnya nutrisi dari pupuk postal dan pupuk pabrikan juga, membantu mempercepat media tanam dan tanah menjadi subur dan siap ditanami kedelai Edamame. Setelah sepekan pemasangan mulsa sebanyak 2 rol, berikutnya melakukan penanaman Edamame.

Kegiatan penanaman Edamame secara perdana dilakukan oleh pengurus ASSB bersama divisi LH ASSB pada pekan ke-4 November, menghabiskan bibit sebanyak 5 kg untuk luasan lahan sekitar 2.500 m. Masih di pekan yang sama, setelah beres penanaman tahap pertama, dilanjutkan dengan pemasangan mulsa 2 rol berikutnya, untuk penanaman tahap berikutnya. Memasuki pekan pertama bulan Desember 2024, dilakukan penanaman Edamame untuk 2.500 m berikutnya, menghabiskan bibit sebanyak 5 kg.

Total bibit Edamame yang sudah ditanam sebanyak 10 Kg, dengan luas lahan sekitar 5.000 m. Masih di pekan pertama Desember, setelah selesai penanaman 10 kg kedelai Edamame, kembali mempersiapkan untuk penanaman 10 kg bibit berikutnya dengan luasan 5.000 m, sehingga diharapkan sampai pekan kedua bulan Desember, penanaman Edamame luasannya genap 1 hektar dengan total bibit yang ditanam sebanyak 20 kg. Estimasi keuntungan hasil panen , dengan asumsi 5.000 m luasan lahan ditanami bibit 10 kg akan menghasilkan 3 ton, maka untuk 1 hektar lahan, akan menghasilkan 6 ton Edamame, dengan harga 12.000 per kg diterima oleh pabrik sesuai kontrak MoU, maka total pendapatan hasil panen 6 ton (6000 kg) x 12.000 = 72.000.000 bruto, belum dikurangi operasional dan modal.

Setelah menyelesaikan penanaman 20 kg bibit secara bertahap, untuk luasan lahan 1 hektar, dengan masa tanam yang relatif cukup singkat selama 70 hari, tinggal memastikan perawatannya baik dan lancar sesuai SOP, melalui pemupukan organik cair pertama 7 hari setelah penanaman, berikutnya 15 hari setelah tanam, menghabiskan 1 liter POC untuk luas lahan 1 hektar sampai panen, dilanjut dengan penyiangan, serta penyemprotan pengendalian hama tanaman dengan insektisida nabati organik 1 liter untuk luasan yang sama 1 siklus tanam Edamame.

Setelah 70 hari, atau 2 bulan lebih 10 hari, Edamame siap panen perdana, dan secara bertahap sesuai pola tanam yang dilakukan secara bertahap pula tiap pekan panen, karena penanamannya pun dilakukan tiap pekan. Cara panen kedelai Edamame ada yang dipetik langsung dari pohonnya di kebunnya langsung, dipanen yang sudah layak secara bertahap, ada juga yang dilakukan secara serentak dengan cara dipotong semuanya, kemudian dipetik serentak semuanya secara bersamaan. Untuk pemanenan memerlukan ketelitian dan ketepatan dalam memilih kedelai Edamame yang layak panen, yaitu yang masih muda tapi sudah berisi polong, sehingga perlu edukasi khusus bagi yang akan ikut panen Edamame ini, khususnya bagi yang belum berpengalaman.

Atau pemula. Untuk pemula karena perlu edukasi khusus (pembelajaran) serta harus ekstra hati-hati dalam panen Edamame ini, sehingga hasil panen rata-rata yang didapat kisaran 20 kg, sementara untuk yang sudah berpengalaman bisa mencapai 30 kg per hari. Estimasi kebutuhan pekerja khusus komoditi kedelai Edamame ini untuk luasan 1 hektar lahan dengan dua tahap pemanenan per 5,000 m sekitar 50 orang pekerja, untuk mendapatkan hasil rata-rata 1 ton per hari, sehingga untuk luasan 5.000 m dengan asumsi hasil panen 3 ton, bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari, dan untuk 1 hektar bisa diselesaikan pemanenan dalam waktu sepekan.

Karena membutuhkan tenaga yang cukup banyak untuk panen serentak kedelai Edamame ini, kita bisa memberdayakan (mempekerjakan) ibu-ibu warga masyarakat desa Cikarag, karena ibu-ibu biasanya lebih teliti dan telaten dalam pekerjaan seperti ini, selain itu mereka akan mendapatkan penghasilan tambahan buat kebutuhan keluarganya. Setelah panen kedelai Edamame untuk tahap panen per 5.000 m, dengan estimasi 3 ton bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari, sehingga tiap 3 hari kita bisa mengirimkan hasil panen ke perusahaan penampung komoditi Edamame sesuai kontrak sebanyak 3 ton, dan 6 ton untuk sepekan.

Namun jika hasil panen melebihi kesepakatan kuota 3 ton untuk 5.000 m, atau 6 ton untuk 1 hektar, kelebihan produksi hasil panen tetap akan diterima oleh perusahaan, karena diktum tersebut dituangkan juga dalam surat perjanjian kerjasama antara ASSB dengan PT. Bahtera Cipta Raga. Selain itu berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, kebutuhan kedelai Edamame sesuai deman pasar yang biasa dipasok oleh perusahaan masih terbuka luas, dan kuota kebutuhan pasar belum terpenuhi semua, artinya peluang untuk terus mengembangkan dan memperluas lahan yang linier dengan hasil panen terus meningkat dan bertambah, akan bisa diserap dan diterima oleh perusahaan.

Mengingat komoditi Edamame hasil panen yang bisa diterima perusahaan cukup ketat dari sisi kualitas produknya, secara visual keelai Edamame yang dikirimkan ke perusahaan, tidak boleh ada cacat atau lecet sedikitpun, warna harus seragam hijau fresh, tidak boleh ada bercak bahkan layu sedikitpun, yang mengakibatkan warna berubah, sehingga quality control (qyusi) sangatlah menentukan, untuk itu perlu petugas khusus yang bisa melakukan hal ini. Sortasi adalah tahap berikutnya setelah selesai panen, diawasi langsung oleh petugas qyusi untuk memastikan kualitas komoditi Edamame yang dihasilkan dan kemudian dikirim ke perusahaan sesuai spek.

Adapun diluar grad 1 yang dikirim ke perusahaan, grad 2 dan 3 juga masih bisa diterima oleh perusahaan, namun dengan harga di bawah nilai kontrak, kita bisa mensiasati dengan mengolahnya menjadi produk yang tetap berkualitas, karena meskipun cangkang polongnya cacat karena gesekan jadi hitam misalnya, isinya atau polongnya tetap bagus dan mulus, sehingga tetap bisa diolah menjadi produk turunan yang punya nilai jual yang lebih tinggi.

Ditulis oleh : Usep Saepuloh (NPM 125150011) Mahasiswa Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *