Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia ritel nasional. PT Matahari Department Store Tbk resmi memutuskan untuk mengganti nama perusahaan menjadi PT MDS Retailing Tbk, sebuah langkah besar yang langsung memicu perhatian publik. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada pertengahan April 2026.
Pergantian nama ini bukan sekadar kosmetik, melainkan bagian dari strategi rebranding dan transformasi bisnis. Perusahaan ingin memperluas identitasnya sebagai pemain ritel modern yang tidak hanya identik dengan department store konvensional, tetapi juga adaptif terhadap perubahan tren belanja dan digitalisasi.
Lalu, siapa sebenarnya “pemilik Matahari” yang dimaksud? Secara historis, Matahari didirikan oleh pengusaha legendaris Hari Darmawan (nama asli Tan Tjan Hok), yang memulai bisnisnya dari toko kecil hingga berkembang menjadi jaringan ritel besar di Indonesia. Namun, seiring waktu, kepemilikan perusahaan berubah. Saat ini, Matahari merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya dimiliki oleh berbagai investor, termasuk pemegang saham besar seperti Auric Digital Retail dan Multipolar.
Dengan demikian, keputusan mengganti nama bukan berasal dari satu individu, melainkan hasil kesepakatan para pemegang saham dalam forum resmi perusahaan. Bahkan, persetujuan perubahan nama ini didukung mayoritas suara dalam RUPSLB, menandakan langkah tersebut merupakan strategi kolektif korporasi.
Perubahan menjadi MDS Retailing menandai babak baru perjalanan Matahari. Meski nama “Matahari” sudah melekat kuat di benak masyarakat, perusahaan tampaknya ingin bergerak lebih fleksibel menghadapi persaingan ritel yang makin dinamis. Kini, publik tinggal menunggu: apakah rebranding ini akan membawa “matahari baru” yang lebih bersinar di industri ritel Indonesia. | FG12











