Berita Jurnalkitaplus – Pengunduran diri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menjadi perhatian sejumlah media internasional. Mundurnya pejabat yang memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diberitakan berbagai media asing yang menyoroti dampaknya terhadap salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Laporan media internasional, termasuk South China Morning Post (SCMP), menyoroti keputusan Nanik untuk melepaskan jabatannya di tengah pelaksanaan program MBG yang menjangkau jutaan penerima manfaat. Pemberitaan tersebut juga mengulas tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga kesinambungan program setelah pergantian kepemimpinan di BGN.
Nanik menyatakan pengunduran dirinya dilakukan karena alasan kesehatan. Ia mengaku perlu fokus menjalani pengobatan penyakit jantung dan telah menyampaikan langsung keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri itu disebut telah mendapat persetujuan Presiden.
Meski tak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menyebut Presiden masih memintanya memberikan masukan terhadap arah kebijakan lembaga tersebut. Pemerintah juga dikabarkan tengah menyiapkan struktur pengawasan baru guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai target.
Sorotan media asing terhadap mundurnya Kepala BGN dinilai menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap kebijakan pangan dan gizi Indonesia. Program MBG selama ini menjadi salah satu agenda unggulan pemerintah yang tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan, pertanian, dan perekonomian nasional. | FG12











